1.000 Pelaku Jasa Resepsi Pernikahan Kelimpungan

oleh

CIREBON, (SGOnline).-

Panitia Khusus (Pansus) Covid-19 DPRD Kota Cirebon menerima kunjungan Gabungan Perkumpulan Penyelenggara Pernikahan Indonesia (GPPPI), di gedung DPRD, Jumat (26/6/2020) siang.

Kehadiran mereka untuk menyampaikan permohonan relaksasi pembukaan kembali jasa penyelenggara resepsi pernikahan atau wedding organizer (WO).

Pelaku jasa resepsi pernikahan yang terdiri dari layanan makanan, pakaian pengantin, MC, dan jasa resepsi lainnya mengemukakan keluh kesah terkait dampak ekonomi akibat penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), yang melarang aktivitas kerumunan massa.

Ketua Asosiasi Pengusaha Dekorasi Indonesia (Aspedi) Ciayumajakuning, Yoyoh Akodariah, menjelaskan, dampak pandemi covid-19 ini, memaksa mereka kehilangan penghasilan selama empat bulan lamanya.

Nol pemasukan

Bahkan, dari catatannya, sedikitnya 1.000 orang yang terdiri dari crew hingga pemilik perusahaan harus kehilangan penghasilannya. Untuk itu,
mereka mengusulkan penyelanggaraan resepsi pernikahan dengan pedoman protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

“Kami semua beralih menjual makanan dan menjual apa saja yang bisa menghasilkan, semua bertahan hidup. Selama empat bulan ini kami benar-benar zero income,” ujar Yoyoh.

Menyikapi hal itu, Ketua Pansus Covid-19 DPRD Kota Cirebon, Tresnawaty, berjanji, usulan tersebut akan dikomunikasikan dengan eksekutif. Sebab, aspirasi GPPPI dinilai sangat rasional, mengingat di sektor lain, seperti pasar tradisional pun sudah direlaksasi.

“Mereka ingin diizinkan kembali untuk mengadakan acara pernikahan. Pasar, mal dan cafe saja sudah bisa diizinkan. Apalagi mereka yang terkonsep sesuai protokol kesehatan,” katanya. (Rilis/Erwin/SGO)