10.000 Bibit Mangrove Disebar di Kawasan Pantai PPN Kejawanan

oleh -150 views

CIREBON, (SGOnline).-

Hadirnya kawasan hutan mangrove di Pesisir Pantai Kota Cirebon sangat dirindukan masyarakat. Selain berfungsi menahan abrasi, juga bisa dimanfaatkan sebagai destinasi wisata, bahan alami pembuatan batik, bahkan obat. Karena itu, masyarakat mendukung penanaman bibit mangrove.

Hal tersebut terlihat suasana di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Kejawanan Kota Cirebon, Minggu (26/7/2020). Sejumlah elemen masyarakat, seperti dari instansi pemerintah dan komunitas, berkumpul untuk menanam mangrove. Mereka menggelar kegiatan bertajuk, Mamo My Darling 2 atau Mari Move On Masyarakat Sadar Lingkungan 2.

Orang-orang yang hadir, rela terjun ke bibir pantai demi bisa menanam bibit mangrove di tempat yang sudah ditentukan. Panasnya terik matahari tak menyurutkan semangat mereka, sehingga harapan warga bisa memiliki kawasan mangrove dapat terwujud.

Meskipun agenda tersebut melibatkan ratusan orang, namun tetap mengikuti protokol kesehatan, seperti menggunakan masker. Panitia juga menyediakan masker bagi peserta yang tidak mengenakan masker.

Kegiatan ini terkait peringatan Hari Mangrove Sedunia, yang dirayakan setiap 26 Juli. Bahkan uniknya, Kota Cirebon menjadi tuan rumah untuk tingkat nasional.

Tanya ke menteri

Salah satu inisiator Mamo My Darling 2, Prabu Diaz, menjelaskan, ketika dirinya menanyakan agenda peringatan Hari Mangrove Sedunia di Indonesia kepada Menteri Lingkungan Hidup, ternyata tidak ada kegiatan sama sekali.

“Akhirnya saya bilang ke Ibu Menteri, kalau di Cirebon ada kegiatan. Beliau pun menyetujui kalau acara yang ada di Cirebon dijadikan pusat kegiatan peringatan Hari Mangrove Sedunia di Indonesia,” ungkapnya yang juga Panglima Laskar Macan Ali.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kota Cirebon, Abdul Syukur, mengakui, kawasan mangrove memerlukan perawatan dan pemeliharaan. Sebab kondisi cuaca yang belum stabil bisa merusak bibit mangrove.

“Harus ada pemeliharaan yang kontinyu agar hasilnya sesuai harapan. Saat ini baru kawasan PPN Kejawanan dan Kesunean. Ke depan lokasi penanaman akan ditambah,” ucapnya.

Ketua DPRD Kota Cirebon, Hj. Affiati menyerahkan bantuan paket sembako kepada warga sekitar

DPRD mengapresiasi

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Cirebon, Hj. Affiati, A.Ma., yang ikut hadir mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, sebuah kawasan pesisir pantai idealnya memiliki hutan mangrove. Sebab, tanaman bakau itu selain sebagai penahan ombak, juga memiliki beragam manfaat lainnya.

“Kami apresiasi penanaman ribuan bibit mangrove ini. Hal itu membuktikan jika warga Kota Cirebon cinta lingkungan. Oleh karenanya, bibit mangrove harus terus dirawat agar hasilnya maksimal dan sesuai dengan impian masyarakat,” kata Hj. Affiati.

Sebanyak 10.000 bibit mangrove disebar di kawasan PPN Kejawanan. Tahun sebelumnya, ada kegiatan Mamo My Darling 1. Ketika itu, bibit yang sama juga disebar. Namun, akibat kondisi alam dan kurangnya perawatan, membuat tanaman hilang dan rusak. Selain itu, acara juga diisi dengan pembagian paket sembako kepada warga di sekitar kegiatan.

Kasubdit Restorasi Direktorat Pendayagunaan Pesisir dan Pulau-pulau Kecil Kementerian Kelautan dan Perikanan, Hery Gunawan, mengemukakan, potensi Cirebon sangat besar untuk dijadikan destinasi wisata mangrove.

Karena itu, lembaganya akan memberikan bantuan dana produktif agar bisa meningkatkan sumber daya yang ada. “Bisa dengan restorasi dan pengembangan ekosistem yang ada di wilayah pantai,” terangnya. (Andi/Herwin/SGO)

Hayyyy  hallo..... Mas, Mba... Sis  Bro... dah pada daftar menjadi mahasiswa baru UGJ belum.....ituloh Universitas Swadaya Gunung Jati.... Dulu kalian mengenalnya dengan Unswagati

Diatas ada panduan cara mendaftar online via fasilitas BJB ya....? dan juga panduan untuk melakukan heregistrasi/registrasi bagi yang sudah dinyatakan Lulus....

Semoga kalian bisa lulus dengan jurusan/program studi yang dicita-citakan

Kuliah....kuyyy ke UGJ