Ajaran Konfusius, Pedoman Persahabatan Sejati dan Bakti pada Orang Tua

oleh -4.992 views

SAAT ini ada sisi kehidupan yang nyaris hilang, yaitu berbakti kepada orang tua dan persahabatan sejati. Saya teringat sahabat-sahabat sejak SD sampai sekarang, yaitu Sian Dominikus, Witono Utomo, Sugandi Bunyamin, Wijaya Lukanta, Sri Setiawati.

Lalu ada, Wiparta Agus Salim Santoso, Johny Souhoka, Indah, Leony Fransiska Sidhojoyo, Fifi Agustini, Sudiro Aliwinoto dan Imelda Susanti. Persahabatan kami terbina sejak SD, SMP bahkan sampai detik ini. Waktu saya menikah, mendapatkan cincin pernikahan dari Dominikus Sian.

Ada kata mutiara yang indah 人生中最美的事物莫过于友谊,一个真正的朋友在悲伤的时候会一起哭,而在朋友笑的时候会一起笑。Rénshēng zhōng zuìměi de shìwù mò guòyú yǒuyì, yīgè zhēnzhèng de péngyǒu zài bēishāng de shíhòu huì yīqǐ kū, ér zài péngyǒu xiào de shíhòu huì yīqǐ xiào.

Artinya, tiada yang terindah dalam kehidupan adalah persahabatan, sahabat sejati akan menangis bersama saat sahabatnya sedih dan tertawa bersama di saat sahabatnya tertawa.

Belajar kehidupan

Dari sahabat, kita belajar kehidupan. Belajar kelebihan mereka dan menerima kekurangan mereka. Kong Zhi, filosof Tiongkok berkata, 3 atau 4 orang bersama jadikan salah satunya sebagai guru. Artinya, saling belajar kehidupan di antara sesama sahabat.

Murid-murid Kong Zhi adalah sahabat baiknya. 4 penjuru mata angin kita adalah bersaudara. 4 samudra kita adalah bersaudara. Dalam buku Kisah-kisah Kebijaksanaan China Klasik, penulisnya Michael C Tang, terbitan Gramedia halaman 95, ditulis, berteman dengan orang yang berkarakter mulia adalah seperti masuk ke dalam sebuah kamar penuh dengan mawar yang wangi.

Kong Zhi (Konfusius) banyak mengajarkan filsafat kehidupan. Di Tiongkok tahun 551 SM lahirlah Kong Zhi atau lebih di kenal Konfusius yang lahir di sebuah negri kecil Lu.

Dalam buku Kisah-kisah Kebijaksanaan China Klasik, Penulis Michael Tang halaman 62, menuliskan, ayah Konfusius adalah anggota keluarga ningrat kuno dan seorang tentara terkenal di Negara Lu, yang sekarang ini menjadi Provinsi Shandong.

Titel kebaikan

Pada usia 17 tahun, ia jatuh cinta kepada anak gadis petani, yang juga berusia sama. Kemudian mereka memiliki seorang anak dari pernikahannya, lahir pada tahun 551 SM. Anak tersebut diberi nama Qiu yang diambil dari nama Gunung Ni Qiu.

Konfusius bukanlah namanya sebenarnya. Itu adalah sebuah titel atas kebaikannya. Latinisasi dari “Kong Fuzi” yang berarti “Tuan Kong”, sebutan yang diberikan kepadanya bertahun-tahun dan dari 3.000 muridnya, karena marganya adalah Kong. Tinggi Konfusius hampir 2 meter.

Dalam buku Laksmana Cheng Ho, karangan Tan Ta Sen, dituliskan, sementara lima peraturan tetap mengacu pada lima karangan Konfusius, yaitu ren (cinta kasih), Yi (kebenaran/keadilan/kebaikan/kewajiban), li (ritual/tata krama/kesusilaan), Zhi (bijaksana), dan Xin (kejujuran dapat dipercaya).

Prinsip-prinsip tersebut diterima sebagai etika Konfusian yang berperilaku sosial. Murid-murid Konfusius, tua muda, kaya dan miskin berkumpul di sekitarnya.

Ia mempunyai lebih dari 3.000 murid. 72 orang di antara mereka adalah teman baik yang juga menjadi muridnya.
Dalam buku, Kisah-kisah Kebijaksanaan China Klasik, karangan Michael C. Tang hal 68 menuliskan, Konfusius sangat menyukai orang muda.

“Orang muda katanya harus diperlakukan dengan hormat. Bagaimana kamu bisa tahu bahwa mereka tidak akan menjadi sama dengan kamu pada suatu hari?. Konfusius banyak mengajarkan pada murid-muridnya untuk menjadi seorang pria sejati.

Pria sejati

Ajarannya, seorang pria sejati haruslah rendah hati, murah hati, berwawasan luas dan baik hati. Seorang pria sejati menolong sesamanya untuk menyadari potensi mereka dan tidak mengikuti temannya berbuat jahat, orang yang picik berbuat sebaliknya.

Seorang pria sejati khawatir tentang ketidakmampuannya, bukan apakah orang lain menghargai kemampuannya atau tidak. Seorang pria sejati menuntut dirinya sendiri, seorang yang picik menuntut orang lain.

Seorang pria sejati mula-mula akan mempraktikkan apa yang dia katakan. Kemudian mengatakan apa yang dia praktikkan. Seorang pria sejati lambat berbicara tapi cepat dalam bertindak.

Konfusius mengajarkan bakti kepada keluarga adalah topik penting yang sering dibahas Konfusius. “Di rumah hormatilah orang yang lebih tua. Jujurlah selalu. Cintailah teman-temanmu, dan cintailah apa yang baik.

Teruslah belajar selama kamu mempunyai waktu dan tenaga. Dalam menghormati orang tua, Konfusius mengajarkan, “Janganlah membuat orang tuamu khawatir kecuali kamu sakit”. Juga, “Ingatlah selalu usia orang tuamu dan jadikan kesenioran mereka menjadi kebahagiaan dan juga penghormatanmu”. (*)

Oleh Jeremy Huang