AKB Batal, Pemkab Majalengka Bentuk Satgas Penegakan Disiplin

oleh

MAJALENGKA, (SGOnline).-

Di tengah perpanjangan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) hingga 26 Juni 2020, Pemkab Majalengka membentuk Satuan Tugas (Satgas) Penegakan Disiplin yang digawangi TNI-POLRI. Sebelumnya, pada bulan Ramadhan pemkab juga membentuk Satgas Keagamaan.

Tujuanya untuk memberikan edukasi kepada masyarakat terkait pelaksanaan protokol kesehatan maupun imbauan pemerintah lainnya. “Saat ini kami bentuk Satgas Penegakan Disiplin. Tim terdiri dari Polres Majalengka, Kodim 0617 Majalengka, Bataliyon Infanteri (Yonif) 321 Galuh Taruna dan TNI AU Lanud S Sukani,” kata Bupati Majalengka Karna Sobahi.

Hal itu dikatannya dalam sambutan saat menerima sumbangan 200 alat pelindung diri (APD) dari anggota DPR RI Periode 2004-2019, Maruarar Sirait di halaman Kantor Bupati Majalengka, Jumat (12/6/2020) siang.

Menurut Ketua Gugus Tugas Covid-19 Majalengka ini, Satgas Penegakan Disiplin akan bertugas di pusat keramaian, untuk menerapkan kedisiplinan protokol kesehatan masyarakat di tengah pandemi covid-19. “Satgas nantinya akan meminta masyarakat agar selalu menggunakan masker, menjaga jarak, mencuci tangan menggunakan sabun dan tugas lainnya. Adapun sanksi bagi yang melanggar, tim sendiri yang bertindak,” tuturnya.

Menurut Karna, potensi penyebaran virus corona masih rawan terjadi. Kendati Majalengka masuk status zona biru dengan angka mendekati zona hijau. Namun belum bisa dikatakan zona aman, sehingga berbagai upaya pencegahan bakal terus dilakukan.

AKB dibatalkan

Di bagian lain, Karna mengaku jika sebelumnya ia mengajukan permohonan adaptasi kebiasan baru (AKB) ke Kementerian Kesehatan, namun setelah rapat evaluasi PSBB bersama kepala daerah se-Jabar, yang dipimpin Gubernur akhirnya dibatalkan.

“Setelah melakukan video conference dengan gubernur, bupati dan walikota yang melakukan kajian dan analisis, maka Pemerintah Jawa Barat mengambil langkah untuk menjalankan program PSBB proporsional sampai 26 Juni 2020,” ujar Karna.

Kendati demikian, lanjut dia, Pemprov Jabar mempersilakan setiap daerah melakukan kajian masing-masing di wilayahnya, yang hasilnya mengajukan program AKB. Dengan perpanjangan ini, pemkab akan melanjutkan kembali tes swab massal di berbagai titik yang rentan Covid-19.

“Kalau program PSBB ke depan kami akan mengindentifikasi lokasi-lokasi yang dianggap rentan penyebaran virus corona. seperti pasar tradisional, pondok pesantren, maupun kecamatan yang memiliki pasien positif covid-19,” ucapnya.

Adapun mengenai pasar modern, pemkab memberikan jam pelayanan hingga malam hari. “Kalau dulu sampai Maghrib, sekarang darip ukul 09.00 hingga 21.00 WIB. Namun, tetap harus melakukan sesuai protokol kesehatan,” kata mantan Kepala Dinas Pendidikan Majalengka tersebut.(Humas Covid-19/Ruddy/SGO)