Aktivitas Bongkar Muat Batubara di Pelabuhan Cirebon Dinilai Langgar SOP

oleh -1 views

CIREBON, (SGOnline).-

Aktivitas bongkar muat batubara di Pelabuhan Cirebon hingga kini masih dikeluhkan warga. Pasalnya, kegiatan tersebut memicu debu yang mengganggu aktivitas masyarakat di sekitar pelabuhan.

Menyikapi hal itu, DPRD Kota Cirebon menerima menggelar pertemuan antara pengurus Karang Taruna Kelurahan Lemahwungkuk untuk dengan PT Pelindo II/IPC Cirebon, KSOP Cirebon, dan Dishub Kota Cirebon di ruang Griya Sawala gedung DPRD setempat, Kamis (22/10/2020).

Rapat dengar pendapat tersebut dipimpin Wakil Ketua DPRD Kota Cirebon, Fitria Pamungkaswati dan sejumlah anggota Komisi I dan III. Rapat membahas lalu lintas angkutan batubara yang masih menimbulkan ekses bagi warga di sekitar jalur yang dilalui.

Hasil rapat menyimpulkan, DPRD merekomendasikan beberapa poin kepada KSOP dan IPC Cirebon, di antaranya wajib melaksanakan Standard Operating Procedure (SOP) dengan benar.

Fitria menjelaskan, hasil inspeksi mendadak (sidak) Komisi I DPRD menemukan sejumlah SOP yang dilanggar. Salah satunya, petugas penyemprot truk batubara hanya satu orang, hingga muatan batubara melebihi kapasitas muat truk.

“Petugas penyemprot itu harusnya empat sampai lima orang, tapi temuan di lapangan hanya ada satu orang. Pertemuan dengan sejumlah pihak terkait hari ini diharapkan bisa ada mufakat,” ujarnya usai rapat.