Aliansi Mahasiswa Cirebon Raya Kembali Tolak RUU Omnibuslaw

oleh

CIREBON, (SGOnline).-

Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Cirebon Raya kembali berunjuk rasa. Mereka menuntut penolakan RUU Omnibuslaw sambil meneriakan yel-yel serta membawa poster di depan Gedung DPRD Kota Cirebon, Kamis (13/8/2020).

Dalam orasinya, mereka menilai Rancangan Undang Undang Omnibuslaw merupakan salah satu produk hukum, yang secara harfiah merupakan hukum
untuk semua.

Dalam hal ini, beberapa topik ataupun undang undang dijadikan satu aturan. Jika diartikan adanya penyederhanan hukum. RUU Omnibuslaw saat ini menjadi pembahasan kontroversial.

“Hasil kajian Rancangan Undang Undang Omnibuslaw bersifat menindas, merampas, jauh dari subtansi, jauh dari rasa keadilan serta banyak aspek yang akan dirugikan seperti pekerja, petani, nelayan, pelaku usaha kecil,
pendidikan, lingkungan dan sektor lainnya.

Tak sesuai prosedur

Mahasiswa juga menganggap, penyusunan RUU tersebut tidak sesuai prosedur karena dilakukan secara tertutup tanpa partisipasi masyarakat sipil dan
mendaur ulang pasal inkonstitusional, serta celah korupsi semakin besar karena pengawasan yang dipersempit pemerintah pusat.

Usai menyampaikan orasi, pengunjuk rasa akhirnya ditemui anggota Komisi III dari Fraksi PAN, M. Fahrozi serta Sekretaris DPRD. Sempat terjadi perdebatan kecil dengan mahasiswa namun berhasil diredam. (Andi/SGO)