Anggota DPRD PDI Perjuangan Rela Gajinya Dialihkan untuk Penanganan Covid-19

oleh

CIREBON, (SGOnline).-

Sebanyak enam orang anggota Fraksi PDI Perjuangan di DPRD Kota Cirebon, rela gajinya dialihkan untuk biaya penanganan darurat Covid-19

Setiap orang masing-masing sebesar Rp 30 juta, ditambah kas DPC sebanyak 30 juta. Total sebesar Rp 210 juta untuk operasional dapur umum.

Launching Dapur Umum Posko Darurat Penanganan Covid-19 dilakukan pada Rabu (28/7/2021) oleh Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Cirebon, Fitria Pamungkaswati didampingi Bendahara DPC, Benny Sujarwo, pengurus DPC, Cicip Awaludin, Imam Satibi dan Meinah, yang juga ketua pelaksana.

Hadir pula Ketua PAC Kecamatan Kejaksan, Hj. Neneng Sri Daiyah, Ketua PAC Kecamatan Lemahwungkuk, Moch. Jamal, Ketua PAC Kecamatan Kesambi, Fredy Amingada, pengurus PAC Kecamatan Harjamukti, Anton, Sekretaris Baguna, Ali dan sejumlah pengurus PAC.

“Posko Darurat Covid-19 berupa dapur umum siap mendistribusikan makanan untuk warga Kota Cirebon yang sedang menjalani isolasi mandiri (isoman) akibat positif terpapar corona. Kami hadir untuk gotong royong dan berjuang bersama rakyat dalam menghadapi wabah corona,” tandas Fitria, yang juga Wakil Ketua DPRD Kota Cirebon.

Bendahara DPC, Benny Sujarwo menambahkan, pihaknya juga akan membagikan paket sembako ke warga yang isoman serta agenda vaksinasi.

“Pembagian paket sembako segera kami lakukan, disesuaikan dengan data warga isoman yang kami dapat dari pengurus Ranting di tingkat kelurahan dan Anak Ranting di RW,” paparnya.

Cicip Awaludin mengemukakan, saat ini rakyat Indonesia umumnya dan Kota Cirebon khususnya, sedang mengalami masa-masa sulit akibat wabah corona.

“Rakyat sedang kesulitan akibat wabah corona, kami wajib membantu. Karena itu, kami anggota Fraksi PDI Perjuangan rela gaji bulan Agustus untuk biaya operasional dapur umum,” kata pria yang juga Komandan Satgas Cakrabuana ini. (Andi/SGO)