Baznas Indramayu Targetkan Penerimaan ZIS Rp 12 Miliar

oleh -51 views

INDRAMAYU, (SGOnline).-

Mengelola zakat yang di dalamnya menghitung, mengumpulkan, mengelola dan menyalurkan kepada yang berhak merupakan amanah dan memiliki konsekuensi yang cukup berat. Soalnya, apabila terjadi kesalahan dalam menghitung akan berakibat fatal.

Penegasan itu disampaikan Wakil Bupati Indramayu, H Taufik Hidayat dalam penyerahan zakat infak dan shodaqoh (ZIS) di sekretariat Baznas setempat, Selasa (15/10/2019).

Begitu pula, apabila salah dalam penyalurannya apalagi sampai memakannya maka dosa besar. “Berikanlah penjelasan bagi mereka yang mampu untuk membayar zakat, berikanlah pemahaman tentang kewajiban tentang membayar zakat,” pintanya.

Sementara itu, Ketua Baznas Kabupaten Indramayu, Moh. Mudor menyatakan, perolehan zakat infak dan shodaqoh (ZIS) yang terkumpul di Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Indramayu ditargetkan pada tahun 2019 ini meningkat sebesar Rp 12 miliar dibanding tahun 2018 sebelumnya.

Menurutnya, perolehan ZIS (di luar zakat fitrah) di Baznas pada 2018 lalu mencapai Rp9 .683.587.792,45. Jumlah ini diharapkan akan terus meningkat di tahun 2019 yang ditargetkan berada di angka Rp 11.127.000.000. Sementara posisi sampai tanggal 14 Oktober 2019 sebesar Rp 9.137.714.419. Dengan jumlah tersebut diharapkan perolehan sampai dengan akhir Desember 2019 bisa mencapai Rp 12 miliar dan hal ini berarti melampaui target perolehan yang telah di tentukan dalam RKAT 2019.

Dana zakat infaq yang terkumpul dan dikelola Baznas Kabupaten Indramayu pada tahun 2019 telah disalurkan kepada mustahiq melalui sejumlah program. Sampai akhir bulan September 2019, Baznas telah menyalurkan Rp 4,635.121.893 terdiri dari penyaluran program Indramayu Cerdas Rp1.570.896.000, program Indramayu Peduli sebesar Rp 1.668.154.018, program Indramayu Takwa Rp 1.357.121.795 dan program Indramayu Sehat Rp 38.950.000.

“Selanjutnya, pada hari Selasa ini Baznas Kabupaten Indramayu menyalurkan dana ZIS sekitar Rp 2 miliar,” kata Mudor.

Dana tersebut terdiri dari bantuan untuk siswa/siswi dan guru/TU honorer keluarga miskin sebesar Rp 1.373.750.000 bantuan pemberdayaan keluarga miskin melalui pendirian koperasi sebesar Rp 300.000.000 bantuan modal usaha untuk keluarga miskin melalui majelis taklim sebesar Rp 37.800.000.

Kemudian, bantuan modal usaha binaan Baznas sebesar Rp 10.000.000, bantuan pemberdayaan majelis taklim sebesar Rp 10.500.000, bantuan operasional pesantren sebesar Rp 110.000.000, bantuan operasional madrasah DTA sebesar Rp 46.500.000, bantuan sembako untuk fakir miskin sebesar Rp 253.600.000, dan bantuan santunan yatim piatu sebesar Rp 253.600.000. (Ridho/SGO)