Bermodal Seragam Letkol TNI AU Palsu, Ferdinand Tipu Sana Sini

oleh -119 views


BONDOWOSO, (SGOnline).-

Seorang pria bernama Ferdinand Mesias Santi harus berurusan dengan prajurit dan perwira di Markas Kodim 0822 Bondowoso, Jawa Timur, lantaran nekat mengaku sebagai prajurit TNI AU dengan pangkat letnan kolonel.

Aksi yang dilakukan pria berusia 45 tahun ini bermotif ekonomi. Hal itu sesuai keterangan Komandan Kodim 0822 Bondowoso, Letkol Inf Jadi. Pelaku menyaru sebagai seorang perwira TNI untuk melakukan tindakan penipuan.

“Tersangka hendak membeli mobil yang akan dialihkan (over credit, Red) dari seorang dokter gigi spesialis yang ada di Bondowoso,” ujar Letkol Inf Jadi.

Untuk meyakinkan korbannya, Ferdinand datang dengan mengenakan seragam prajurit TNI lengkap dengan pangkat dua melati di pundaknya. Tak hanya itu, Ferdinand juga mengajak sang kekasih, Imaniar dalam menjalankan aksinya.

Letkol TNI palsu

Bahkan, pelaku juga sampai menyewa mobil dan sopir pribadi dengan menggunakan uangnya sendiri. Namun, dokter gigi bernama Hayu Henning Handayani yang hendak dibeli mobilnya merasa ada yang tidak beres.

Kecurigaan itu timbul saat melihat cara berkomunikasi Ferdinand yang terlalu tinggi. Dokter gigi ini lantas meminta tolong pada seorang Babinsa setempat. Pelaku kemudian dipancing untuk mengadakan pertemuan di Makodim 0822 Bondowoso.

Tidak disangka, Ferdinand terpancing dan bersedia datang ke Makodim. Di dalam markas itu, pelaku lantas ditanya sejumlah prajurit TNI AD. “Saya tanya ke teman-teman saya di Mabes TNI dan Mabes TNI AU, tetapi tidak ada yang kenal dengan yang bersangkutan. Lalu saya interogasi pelan-pelan,” tambahnya.

Saat dilakukan interogasi awal, secara perlahan aksi penipuan Ferdinand makin terkuak. “Saya tanya, dia dinas di satuan mana. Masuk TNI AU pada tahun berapa. Litingnya (angkatan masuk, Red) siapa saja, tidak ada yang kenal dia,” papar Jadi.

Terlebih saat pelaku tidak mengetahui NRP (Nomor Registrasi Prajurit)-nya. “Itu hal yang paling dasar,” lanjutnya.

Tersudut

Semakin tersudut, Ferdinand akhirnya mengaku kepada para prajurit TNI. Pria kelahiran Kabupaten Alor, NTT ini mengaku mendapatkan seragam dan pangkat tersebut dengan membelinya di Pasar Senen, Jakarta. “Saya bohong Pak, mengaku sebagai anggota TNI,” ungkap Ferdinand.

Bermodalkan seragam TNI itu, Ferdinand mengaku aki penipuannya beberapa kali sukses. Bahkan, di tanah kelahirannya saja, pelaku mengaku bisa menemui sejumlah petinggi TNI atau Polri hanya dengan bermodalkan seragam yang dibelinya di Pasar Senen. “Saya ketemu Babinsa, Dandim dan Kapolres. Termasuk pejabat saya bohongi,” sambungnya.

Sudah beberapa kali, Ferdinand berhasil melakukan aksi penipuan. Bahkan, aksinya dilancarkan di berbagai kota di Indonesia. Hingga akhirnya petualangan pelaku harus terhenti di Bondowoso, Jawa Timur. “Pekerjaan saya sebenarnya adalah kontraktor pemasangan kabel optik,” kata Ferdinand.

Jalani Proses Hukum

Meski mengakui semua perbuatannya, Ferdinand tetap harus menjalani proses hukum. Selama pemeriksaan di ruang Makodim 0822 Bondowoso, TNI meminta pelaku untuk melepas segala seragam gadungan itu dan menyisakan celana pendek saja.

Setelahnya, Kodim 0822 Bondowoso menyerahkan pelaku yang bernama Ferdinand Mesias Santi ke Polres Bondowoso. Untuk menjalani serangkaian proses hukum yang menanti pelaku. (SGO)

Sumber: merdeka.com