BSMSS 2019 Dipusatkan di Desa Tumaritis

oleh -130 views

INDRAMAYU, (SGOnline).-

Besok atau Kamis (24/10/2019) program Bhakti Siliwangi Manunggal Satata Sariksa (BSMSS) yang dipusatkan di Desa Tumaritis, Kecamatan Haurgeulis, Kabupaten Indramayu akan dibuka. Program yang rencananya akan digelar selama 15 hari itu akan dibuka Plt Bupati Indramayu, H. Taufik Hidayat.

Ditemui Surya Grage Online, Rabu (23/10/2019), Kepala Bidang Pembangunan Desa pada DPMD Kabupaten Indramayu, Kadmidi mengatakan, BSMSS merupakan program pemeliharaan dan berkelanjutan yang dilaksanakan secara terpadu antara TNI, pemerintah daerah dan masyarakat dalam rangka meningkatkan dan memantapkan kesadaran bermasyarakat, berbangsa, bernegara, bela negara dan disiplin nasional serta kesejahteraan masyarakat. “Untuk tahun 2019 ini, program BSMSS akan dilaksanakan mulai tanggal 24 Oktober 2019 di Desa Tumaritis,” ujarnya.

Program BSMSS yang berkesinambungan ini, kata dia, telah membantu pemerintah dalam meningkatkan akselerasi pembangunan di daerah, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memantapkan wawasan kebangsaan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Adapun sasaran pokok pengerjaan BSMSS kali ini meliputi, pengerasan infrastruktur Jalan Blok Cijulang perbatasan antara Desa Tumaritis dengan Desa Bugis Tua. “Untuk program BSMSS kali ini, di fokuskan pengerasan jalan Blok Cijulang sepanjang 5.000 meter x 4 meter dengan ketinggian 20 cm,” terangnya.

Selain infrastruktur jalan, sambung dia, pembangunan jembatan, pembuatan TPT, pemasangan 42 titik penerangan jalan umum (PJU), perbaikan 25 unit rumah tidak layak huni (rutilahu) asal bantuan dari Dinas Perumahan, Kawasan, Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) sebanyak 10 unit dan 15 unit dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Indramayu, pembangunan sarana prasarana kepentingan masyarakat lainnya maupun berbagai bentuk pelayanan kepada masyarakat juga masuk dalam agenda program BSMSS tahun 2019 ini.

Pembangunan infrastruktur sarana dan prasarana serta fasilitas lain yang menjadi kebutuhan masyarakat di daerah dengan pelaksanaan sarana dan fisik semacam itu, diharapkan dapat membuka isolasi antar desa di daerah terpencil, pedesaan maupun perbatasan untuk membantu pencapaian swasembada pangan yang gilirannya akan mampu meningkatkan roda perekonomian masyarakat.

“Kegiatan BSMSS cukup positif dalam membantu pembangunan sarana prasarana bagi masyarakat setempat, untuk mewujudkannya diperlukan peran aktif seluruh masyarakat setempat. Sebab, hasilnya nanti dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat itu sendiri,” pungkasnya.(Ridho/SGO)