Budayawan Cirebon Sesalkan Penggunaan Karpet Megamendung di Gedung DPRD

oleh -88 views
foto: megamendung/wikipedia

CIREBON, (SGOnline).-

Pemerhati budaya dan sejarawan Cirebon, menyayangkan pemasangan karpet bermotif megamendung di lantai ruang rapat paripurna DPRD Kota Cirebon, Kamis (13/8/2020).

Salah satunya, Mustaqim Astedja. Ia mengatakan, filosofi batik megamendung memiliki nilai-nilai luhur. Jadi jangan sampai salah penerapan, sehingga bisa menjadi bahan tertawaan orang.

“Penempatan karpet megamendung ini saya kira tidak tepat. Makna yang terkandung dari megamendung adalah di atas langit, masa ini disimpan di bawah. Ini kan tidak tepat, sehingga akan menurunkan nilai-nilai budaya luhur. Seharusnya anggota dewan itu berkonsultasi dulu dengan seniman dan budayawan supaya tidak salah,” harap Mustaqim.

Ia mengingatkan, seharusnya wakil rakyat itu lebih peka membawa Cirebon. Jika ingin memasang karpet di lantai sebaiknya bermotif Wadasan, jangan yang megamendung. Jika megamendung, yang harusnya di atas malah dipasang di bawah. Jadi sangat tidak tepat.

Senada dengan Mustaqim, pemerhati sejarah dan budayawan Cirebon lainnya, Jajat Sudrajat. Ia mengatakan, dari tumpukan batu karang di Gua Sunyaragi, penembahan Losari terinspirasi membuat motif batik awan megamendung.

“Motif batik megamendung mempunyai makna filosofi, mengayomi, menggantungkan cita–cita setinggi langit. Harusnya ada di atas atau dinding, masa diinjak-injak,” ucapnya.

Sakral

Jajat melanjutkan, Panembahan Losari merupakan cicit Sunan Gunung Jati, yang membuat karya kedua motif batik awan megamendung setelah karya pertamanya yang fenomenal, Kereta Singa Barong.

“Motif batik megamendung, pertama filosofinya yang sakral dan merupakan salah satu karya besar Panembahan Losari,” ujarnya

Jajat meminta Pemerintah Kota Cirebon untuk segera mengganti karpet lantai batik megamendung, dan tidak menistakan karya seni budaya Cirebon.

“Kantor Presiden aja karpetnya hanya warna merah, tidak mengunakan hasil karya seni, apalagi ini seni dan budaya Cirebon,” tandasnya.

Sekretaris DPRD Kota C‏irebon, Agus Sukmanjaya ketika hendak dikonfirmasi seputar karpet megamendung tidak berhasil dihubungi. (Andi/Herwin/SGO)