Bupati Minta Masyarakat Berhati-hati Gunakan Medsos

oleh -47 views

MAJALENGKA, (SGOnline).-

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto ditusuk di Alun-alun Menes, Pandeglang, Banten. Peristiwa penusukan yang dialami Menko Polhukam pun ramai di media sosial. Ada yang simpati ada pula nyinyir.

Menanggapi polemik itu, Bupati Majalengka H Karna Sobahi angkat bicara. Ia meminta agar warganya berhati-hati dan bijaksana dalam menggunakan media sosial (medsos). Karena setiap unggahan yang melanggar aturan, terancam pidana dan berurusan dengan aparat penegak hukum.

“Banyak contoh warga netizen yang “nyinyir” atau akibat kurang berhati-hati dalam membuat status di medsos, terancam oleh Undang Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Ini harus menjadi pelajaran berharga buat kita semua agar tidak terjerat hukum,” katanya.

Menurut Karna, seperti diketahui Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo) telah membuat UU ITE. Jika netizen dianggap melanggar pasal yang ada di UU ITE, bisa dipidanakan dan membayar denda hingga Rp 1 miliar. Konten atau cuitan netizen yang dapat dijerat oleh pasal-pasal yang ada di UU ITE, itu seperti konten kesusilaan dan pencemaran nama baik.

“Misalnya jika netizen mengunggah konten video atau foto berbau pornografi, atau dinilai mencemarkan nama baik seseorang, berhati-hatilah karena bisa dijerat dengan pasal 45 dengan ancaman pidana penjara paling lama 6 tahun atau denda paling banyak Rp 1 miliar,” paparnya.

Kemudian jika menyebarkan berita bohong dan konten SARA., dapat dijerat dengan pasal 45A ayat 1 dipidana dengan penjara paling lama 6 tahun atau denda paling banyak 1 miliar.

Karna menilai, menarik untuk dicermati perkembangan dan dinamika penggunaan medsos dewasa ini. Namun tanpa mengurangi semangat demokrasi dan keterbukaan informasi, serta menjunjung tinggi hak azasi manusia (HAM) dan kebebasan menyampaikan pendapat, menggunakan medsos harus bijak.

“Sekali lagi saya ingin mengajak kepada seluruh masyarakat Majalengka, para pejabat dan aparatur sipil negara (ASN) dan keluarganya, untuk menggunakan medsos baik itu facebook, instagram, whatsapp, twitter, sms dan lain-lain, sebagai sarana bersosialisasi, bermanfaat, berkomunikasi, dan bersilaturahmi. Gunakan medsos yang kita miliki untuk kegiatan bermakna dan bermanfaat dengan didasari etika dan estetika, berdasarkan fakta dan informasi yang sesuai kaidah yang obyektif,” paparnya.

Selain itu, kata Bupati, agar tidak mudah terpancing dan terhasut oleh berita hoax, apalagi berisi berita adu domba, fitnah, ujaran kebencian, harus belajar dari pengalaman yang telah terjadi.

“Saya ingin mengajak masyarakat Majalengka memiliki kecerdasan dan karakter akur, rukun, dan gotong royong, serta ramah dalam kebersamaan dan indah dalam perbedaan.
Mari kita jaga modal penting ini untuk spirit membangun masyarakat majalengka yang religius, adil, harmonis dan sejahtera,” ujarnya. (Hisyam/SGO)