Bupati Soal Penyegelan Bakal Makam, Banyak Aspek yang Harus Diperhatikan!

oleh
Bupati Kuningan, H Acep Purnama

KUNINGAN, (SGOnline).-

Upaya penyelesaian masalah terkait penyegelan bakal makam tokoh adat masyarakat yang mengaku Sunda Wiwitan terus dilakukan. Beberapa waktu lalu, Bupati Kuningan, H Acep Purnama menemui masyarakat Adat Karuhun Urang (AKUR) di Paseban.

Kemudian pada Kamis (6/8/2020), Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) berkunjung ke Kabupaten Kuningan untuk memediasi Pemkab Kuningan dengan masyarakat AKUR Paseban, Cigugur. Tujuannya, untuk menjalin komunikasi lanjutan.

Dalam kunjungannya, Komisioner Pendidikan dan Penyuluhan Komnas HAM, Beka Ulung Hapsara, di ruang rapat Linggarjati Setda Kuningan,
Komnas HAM usai menggelar pertemuan dengan Bupati Kuningan, menegaskan penyegelan pasarean tokoh Paseban Cigugur, menjadi satu dari tujuh issue prioritas Komnas HAM, tentang kebebasan beragama dan berkeyakinan.

Beka pun memberikan saran agar persoalan tersebut segera mendapatkan solusi, dengan mediasi kedua belah pihak pada pertengahan Agustus nanti.

“Inginnya cepat selesai dan sudah memberi ancang-ancang pada tanggal 18-19 Agustus untuk mediasi. Kami akan memfasilitasi tapi ini hanya tawaran, selanjutnya kita tunggu keputusan dua pihak,” terangnya.

Banyak aspek

Sementara itu, Bupati Kuningan, Acep Purnama, memastikan saat ini pihaknya masih terus melakukan kajian untuk kemudian membuat keputusan yang terbaik soal bakal makam Djati Kusuma.

“Kita masih terus membuat kajian yang harus dikonsultasikan untuk mendapat masukan yang baik dalam membuat keputusan. Persoalan ini tidak mudah, tinjauan dari regulasi dan aspek sosial budaya dan masyarakat harus diperhatikan,” jelas Acep. (Ruddy/SGO)