Bupati Supendi Sambut Warga Indramayu dari Wamena

oleh -54 views

INDRAMAYU, (SGOnline).-

Kerusuhan di Wamena, Papua beberapa waktu lalu menyisakan trauma bagi para pendatang. Salah satunya dua keluarga dari Kabupaten Indramayu. Kini mereka kembali ke tanah kelahirannya karena tragedi yang sangat menyesakkan dada tersebut.

Bagi pasangan Wasini dan Dimas Marseto warga Desa Kalimati, Blok Beringin, Kecamatan Jatibarang, bisa pulang kembali ke Indramayu merupakan anugerah karena sebelumnya mereka bingung karena sulit pulang ke Indramayu dan harus tertahan di Wamena akibat konflik di daerah tersebut. Setelah menginjakkan kaki di Indramayu mereka langsung mengucap syukur dan menangis bahagia.

Selain itu, keluarga yang juga bersyukur, yakni pasangan suami istri Arif Wahyudin dan Selawati dari Dusun Karanganyar, Desa Sukra Wetan, Kecamatan Sukra. Mereka bersyukur karena bisa kembali berkumpul bersama keluarganya.

Melihat kondisi demikian, Bupati Indramayu H. Supendi, memerintahkan Dinas Sosial untuk berkoordinasi dengan Pemprov Jawa Barat untuk melakukan pemantauan terhadap warga Indramayu yang masih berada di Papua.

Bupati Indramayu H Supendi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Kamis (10/10/2019) menyambut kedatangan dua keluarga tersebut di Pendopo Indramayu.
Dari rilis Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Indramayu, Bupati H Supendi mengatakan, ketika mendengar ada warga Indramayu yang ingin pulang dari Papua, ia langsung berkoordinasi dengan Pemprov Jawa Barat untuk menyusun rencana pemulangannya. Melalui Dinas Sosial, keluarga asal Indramayu tersebut selanjutnya dibawa pulang ke Indramayu dan dikembalikan kampung halamannya.

Supendi menambahkan, mereka yang kembali ke Indramayu tersebut selanjutnya diberikan bantuan biaya hidup sebesar Rp 7,5 juta yang merupakan bantuan dari Baznas Indramayu. Bantuan tersebut diharapkan bisa menjadi modal usaha untuk selanjutnya menata kembali kehidupan di tanah kelahirannya.

“Alhamdulilah mereka selamat, dan bisa kembali ke Indramayu kita berikan bantuan dari Baznas sebagai biaya hidup dan modal usaha untuk kembali menata kehidupannya,” tegas Supendi.

Sementara itu, Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial pada Dinas Sosial Kabupaten Indramayu, Boy Billy Prima mengatakan, setelah terjadi konflik di Wamena pihaknya langsung berkoordinasi dengan Dinas Sosial di Papua untuk memantau keberadaan warga Indramayu. Setiap hari dipantau keberadaanya mulai dari penampungan hingga ke penerbangan dan kembali di Indramayu.

Boy menambahkan, sebenarnya dari Kabupaten Indramayu ada tiga keluarga, namun yang kembali ke Indramayu hanya dua keluarga sementara satu keluarga memilih ke Kota Sukabumi mengikuti suaminya. (Ridho/SGO)