‘Cahaya dari Barat’, Film Pendek yang Sarat Edukasi

oleh

DEPOK, (SGOnline).-

Di tengah mulai pudarnya rasa kepedulian terhadap sesama, Sanggar Dunia mencoba untuk menggugah kesadaran masyarakat. Hal itu dituangkan dalam film pendek bertitel, ‘Cahaya Dari Barat’.

Dalam film yang digawangi Irma Danusutedjo ini, terselip pesan dan harapan kepada orang tua, agar mendidik putra-putri mereka, sehingga tumbuh menjadi generasi milineal yang memiliki rasa simpati dan empati terhadap sesama.

Film ini menggambarkan seorang ayah dengan ke-3 putrinya. Anak pertama terjerat narkoba, anak kedua memiliki keterbatasan mental dan anak terakhir memiliki penyakit jantung. Dara, anak kedua dari Sapto memiliki keterbatasan mental. Ia menjadi manusia silver demi membiayai operasi adiknya yang sakit jantung, Sementara Sapto merupakan seorang tukang becak.

“Semoga film ini berguna, sekaligus sebagai wadah mendidik anak-anak zaman sekarang, betapa rasa peduli itu harus terus dipertahankan. Kita tidak boleh terlena dengan segala kemudahan di era kekinian dan abai akan nilai-nilai keluhuran bangsa sendiri, terutama kepedulian,” ujar Irma Danusutedjo, pemilik Sanggar Dunia yang berlokasi di Depok, Jawa Barat ini, kepada Surya Grage Online, Jumat (26/6/2020).

Maka dari itu, tak salah jika kemudian pemeran utama di Film Cahaya Dari Barat ini, menyuguhkan seorang dara yang mempunyai keterbatasan fisik/disabilitas. Kehadirannya diharapkan mampu ‘menggugat’ rasa kepedulian sosial yang kini sudah menjadi barang langka.

Darah seni sang ayah

Sanggar Dunia sendiri berdiri sejak 1 Desember 2019. Latar belakang Irma Danusutedjo mendirikan sanggar, karena dulu ayahandanya, Azwir Tanjung, merupakan guru teater dan juga mengajar musik biola serta piano di Yogyakarta.

Azwir Tanjung selain memiliki sanggar seni di Depok, juga sosoknya kerap menghiasi film layar lebar di era tahun 1972 dan TVRI tahun 1980-an. Darah seni sang ayah yang mengalir dalam diri Irma Danusutedjo membuatnya terinspirasi, hingga akhirnya ia berhasil eksis dengan Sanggar Dunia dengan 25 anggota.

“Untuk menyukseskan film pendek youtube ini, saya menggandeng sutradara handal, Riki Setiawan dan musikus sekaligus arranger Ardyan Motoe. Saya yakin, film ini akan sukses dan menjadi referensi di kehidupan nyata,” ucap executive producer, Irma Danusutedjo. (Ruddy/Ato/SGO)