Calon Tersangka Kasus Dugaan Penggelapan Uang Batubara Bakal Muncul

oleh -747 views


CIREBON, (SGOnline).-

Sedikitnya 70 warga Kelurahan Panjunan, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon, mendatangi Markas Polres Cirebon Kota (Mapolres Ciko) di Jalan Veteran, Senin (15/6/2020).

Kedatangan mereka untuk menanyakan penanganan dugaan penggelapan uang kompensasi batubara yang sudah dilaporkan ke Polres Ciko sejak Februari 2020. Ada dua pihak yang dilaporkan warga, yakni Forum Panjunan Bersatu (FPB) dan Forum RW Kelurahan Panjunan.

Perwakilan warga, Agus Aryanto didampingi Kasno Hardi Iwan kepada awak media, mengungkapkan, hasil pertemuan dengan penyidik Reskrim Polres Cirebon Kota diperoleh keterangan, kepolisian sudah menemukan ada kerugian dan terduga atau calon tersangka.

“Kami apresiasi apa yang dilakukan aparat kepolisian, karena disebutkan ada calon tersangka. Ini bukti jika penanganan kasus ada kemajuan. Kami harap supremasi hukum benar-benar ditegakkan, tegak lurus sebagaimana yang diinginkan masyarakat. Semoga terus ditindaklanjuti secara profesional dan proporsional sesuai hukum yang berlaku,” tandas Agus dan Kasno, yang diiyakan warga lainnya.

Menurut mereka, dana kompensasi batubara untuk masyarakat Kelurahan Panjunan dari Januari 2018 sampai Desember 2019 mencapai Rp 6,4 miliar dan baru dibayar Rp 2,2 miliar berdasarkan bukti transfer dari BCA yang diterima 10 RW. Uang yang dipertanyakan warga sebesar Rp 4,2 miliar.

Dana kompensasi batubara itu diberikan pengusaha batu bara yang melakukan aktivitas bongkar muat barang di Pelabuhan Cirebon. Selama ini, dana kompensasi untuk ribuan warga Kelurahan Panjunan ditangani Forum Panjunan Bersatu dan Forum RW Kelurahan Panjunan.

READ  Ketua DPRD Kota Cirebon Apresiasi Gladen Jemparingan PJC

Nilai kompensasi

Kasno sebelumnya memaparkan, jumlah kepala keluarga (KK) di Kelurahan Panjunan yang mendapat dana kompensasi batubara sebanyak 2.682 KK dengan jumlah penduduk 10.436 jiwa (perhitungan Januari 2020).

Volume bongkar muat batubara tahun 2018, yakni 3.303.475.109 MT dan 2019 sebesar 3.187.366.233 MT yang berarti totalnya 6.490.841.342 MT.

Nilai kompensasi selama 2 tahun sejak Desember 2017 sebesar Rp 1.300/MT yang terbagi Rp 300/MT untuk operasional/BOP dan Rp 1.000/MT untuk para warga melalui FRW dan FPB. Dari 100 persen hak warga (Rp 1.000/MT), untuk RW 01 sebanyak 30 persen, RW 10 haknya 30 persen serta 40 dibagi ke RW 02, 03, 04, 05, 06, 07, 08 dan 09 plus rukun nelayan.

“Data-data yang kami berikan ke Polres Cirebob Kota sudah cukup banyak dan terlihat dugaan penggelapannya. Kami juga sudah ada yang laporan resmi dan dimintai keterangan atau di-BAP sebagai pelapor maupun saksi. Kejaksaan Negeri Cirebon juga sudah kami temui dan diserahkan berkas-berkas dugaan penggelapan dana kompensasi batu bara,” ungkap Agus. (Andi/SGO)