Cerita Dibalik Insiden Kebakaran Gudang PT Indocement

oleh -48 views

CIREBON, (SGOnline).-

Aparat kepolisian dari Polsek Gempol masih menyelidiki insiden kebakaran yang menimpa gudang semen Rajawali dan gudang scraf milik PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk, Jumat (11/10/2019) pukul 20.00 WIB.

Api menyala tepatnya di gudang elektrik dan gudang mekanik PT Indocement yang berlokasi di Desa Palimanan Barat, Kecamatan Gempol, Kabupaten Cirebon. Api yang cepat membesar ini sempat membuat panik karyawan yang saat ini masih berada di areal pabrik, terlebih di tengah kebakaran terdengar suara ledakan yang cukup keras.

Menurut keterangan saksi, Danru Security Nuryaman, saat bertugas jaga, tiba-tiba listrik padam, namun saat dinyalakan ternyata listrik padam lagi. Selang beberapa detik terdengar suara ledakan sebanyak dua kali. Di area gudang semen Rajawali dan gudang scraf, ia melihat kobaran api dan langsung menghubungi Damkar Indocement.

Api merembet ke beberapa gudang di antaranya gudang elektrik dan mekanik, yang merupakan tempat penyimpanan suku cadang baru dan bekas, gudang semen Rajawali terdiri dari semen sekitar 500 ton, gudang scraf terdiri dari rongsokan bahan bekas kayu, ban bekas dan pipa.

“Adapun luas gudang yang terbakar sekitar 1.000 meter persegi, yang terdiri dari gudang elektrik, gudang mekanik, gudang semen Rajawali dan gudang scraf di areal PT Indocement Tunggal Prakarsa Palimanan Tbk,” ujarnya, Sabtu (12/10/2019).

Diduga api berasal dari korsleting listrik yang ada di gudang semen Rajawali, sehingga mengakibatkan percikan api menjalar ke gudang elektrik, gudang mekanik dan gudang scraf. Pemadaman api dilakukan dengan dua unit Damkar Indocement, enam unit damkar bantuan yang terdiri dari dua unit Damkar Palimanan, dua unit Damkar Arjawinangun dan dua unit Damkar Weru Kabupaten Cirebon.

Upaya gigih dan pantang menyerah petugas pemadam kebakaran tak sia-sia, api dapat dijinakkan pada pukul 23.00 WIB, selanjutnya masih dilakukan pendinginan. Tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut dan jumlah kerugian sementara belum bisa ditaksir.(Mad/SGO)