Cerita Pilu ​Tety Darmiati, ‘Manusia Kayu’ Asal Ciporang Kuningan

oleh -34.309 views
Tety Darmiati

KUNINGAN, (SGOnline).-

Sungguh malang nasib yang dialami Tety Darmiati. Warga Dusun Pataregan, Desa Ciporang, Kecamatan Maleber, Kabupaten Kuningan ini mengalami penyakit langka sejak 12 tahun lalu. Seluruh bagian tubuhnya tidak dapat digerakkan dan kaku seperti kayu, hanya jari-jari tangannya saja yang bisa digerakkan.

Sejak orang tuanya meninggal dunia, Tety sempat tak terurus. Saat ditemukan tim Rampakpolah pada tahun 2017 lalu, kondisi Tety sangat memprihatinkan. Selama 6 bulan tidak ada yang membersihkan kotoran. Urinenya sudah menghitam dan menyatu dengan tubuh dan kasur yang menopang tubuhnya.

Tak hanya itu, ranjangnya pun dijadikan sarang semut dan kecoa. Tepat di bawah kepala hingga punggung, semut bersarang. Tety mengaku tak pernah bisa tidur nyenyak karena semut dan kecoa selalu menggigit tubuhnya.

Beruntung tim Sedekah Rombongan (SR) dan Jaring Pengaman Ummat (JPU) berhasil membawa Tety ke Rumah Sakit Umum El Syifa dan RSUD 45 untuk dirawat dan kakak iparnya, Rumiati bersedia mengurus Tety. Hingga kondisi Tety saat ini lebih baik. Namun pengobatan Tety terhenti karena kendala biaya.

Sempat datang banyak bantuan dari berbagai pihak termasuk dari pemerintah desa, kecamatan, sekda dan bahkan istri Bupati Kuningan sempat berkunjung, namun tidak ada kelanjutan. Tety beruntung untuk perawatan masih ada bantuan dari Puskesmas.​

Untuk kebutuhan pangan, ia mendapat bantuan rutin dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian. Sedangkan untuk kebutuhan sehari-hari seperti diapers, tisu basah dan lain-lain mendapat bantuan rutin dari JPU.

Saat ini yang dibutuhkan Tety adalah kelanjutan pengobatan. Atas saran dokter spesialis tulang RSUD 45, Tety sempat disarankan untuk dirujuk ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), namun karena kendala biaya yang cukup besar, terpaksa proses pengobatan Tety tidak dapat dilanjutkan.

“Biaya untuk ke Jakarta itu enggak sedikit. Suami saya nganggur, untuk makan sehari­hari aja susah apalagi untuk biaya berobat ke Jakarta, uang dari mana?” ungkap Rumiati.

Tety sangat berharap untuk sembuh. Dia tidak ingin merepotkan orang lain termasuk kakak iparnya. “Saya pengen sembuh. Setiap hari badan saya sakit kayak di tusuk-tusuk dan pegel jadi enggak bisa tidur,” ungkap Tety dengan berderai air mata. (Andin/SGO)