Denda Tilang Bisa Dibayar Via Kantor Pos atau ATM BRI

oleh -109 views

CIREBON, (SGOnline).-

Kejaksaan Kota Cirebon meluncurkan layanan pembayaran denda tilang yang terintegrasi dan terkoneksi secara nasional di halaman belakang kantor Kejaksaan setempat, kemarin.

Launching ini berkat kerja sama antara Kejaksaan Negeri Kota Cirebon, Kantor Pos Cirebon dan Bank BRI. Hadir dalam acara itu antara lain, Kepala Kejaksaan Kota Cirebon M. Syarifudin, Walikota Cirebon H Nashrudin Azis, Kepala Pos Regional Jawa Barat Hello Siti Halimah dan tamu undangan lainnya.

Walikota Nashrudin Azis, mengaku sangat bersyukur atas ide yang diusulkan Kajari Cirebon atas proses denda tilang yang terintegrasi dengan kantor Pos dan BRI, sehingga pelayanan di Kota Cirebon semakin prima. “Kejaksaan negeri sudah berhasil mengatasi ketidaknyamanan pengendara yang terkena tilang langsung bisa membayar di tempatnya masing-masing, khususnya para pengendara dari luar kota,” ungkap Azis.
Ia merasa yakin wisatawan atau pengunjung dari luar yang akan datang ke Kota Cirebon bakal semakin banyak. Sebab kalau terkena tilang prosesnya mudah dan nyaman. Diakuinya, program Kajari ini yang pertama di Indonesia.

Sementara Kajari Kota Cirebon, M. Syarifudin mengatakan, pembayaran denda terintegrasi ini memberikan kemudahan kepada masyarakat yang terkena tilang. “Jadi masyarakat yang terkena tilang bisa langsung bayar di BRI atau kantor Pos terdekat, tidak mesti datang ke Kejaksaan,” ujarnya.

Ide ini muncul ketika dirinya kesulitan dalam memecah penumpukan tilang. “Kami berpikir PT. Pos ini punya jaringan sampai tingkat kecamatan dan punya jasa pengantaran, jadi alangkah baiknya jasa pengantaran SIM ini langsung diantar ke rumah orang yang ditilang,” papar Syarifudin.

Ia juga berkeinginan untuk menyebarluaskan program ini tidak hanya di Kota Cirebon, tapi di Ciayumajakuning bahkan termasuk se-Jawa barat. “Orang-orang yang terkena tilang di luar wilayah Cirebon bisa terlayani ga usah jauh-jauh ke Kejaksaan, cukup bayar di kantor Pos saja,” jelasnya.

Di bagian lain, Kepala Cabang BRI, Moh. Harsono mengatakan kegiatan ini dalam rangka launching denda tilang dan barang bukti. Ia mengungkapkan, bagi masyarakat yang terkena tilang itu dikenakan denda, kronologinya barang bukti dikirim dari polisi ke pengadilan, kemudian disidangkan dan ditetapkan dendanya dan barang bukti disimpan di Kejaksaan. Baru dari putusan pengadilan itu muncul Briva.

“Briva itu bisa dibayar dimana aja, di antaranya di mobile banking, bisa bayar di ATM, bisa datang ke BRI dan bisa bayar di Kantor Pos. Sedangkan untuk barang bukti bisa diambil di Kejaksaan atau diantar melalui Kantor Pos setelah bayar denda tilang,” ucapnya. (Bobby/SGO)