Disdikbud Kuningan Rencanakan KBM Tatap Muka pada Agustus Nanti

oleh -186 views

KUNINGAN, (SGOnline).-

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kuningan, Uca Somantri, menyatakan, dari seluruh wilayah, tercatat 71 persen pelajar bisa mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM) secara daring.

Meskipun pada praktiknya ada belajar tatap muka dengan sistem kelompok belajar atau home visit, ia mengaku sudah membuat formulasi pembelajaran dengan memperhatikan protokol kesehatan di masa pandemi covid-19.

“Tentunya, sekolah menyediakan sarana protokol kesehatan sendiri, seperti pengukur suhu, alat cuci tangan, jaga jarak, memakai masker, dan menekankan tidak boleh ada kerumunan,” papar Uca di hadapan sejumlah awak media, Jumat (24/7/2020).

Penyelenggara sekolah pun, kata dia, harus bisa memonitor anak didik sejak berangkat dari rumah ke sekolah hingga pulang kembali agar terhindar dari penyebaran Covid-19. “Sebenarnya kita sudah susun formula pembelajaran di masa AKB ini, kebetulan Kuningan kan sudah masuk zona hijau,” ucap Kadisdik.

SKB 4 menteri

Namun pada perkembangannya, tiba-tiba pemerintah pusat mengeluarkan SKB 4 menteri terkait pembelajaran yang tidak boleh ada tatap muka dulu. “Adanya SKB ini, akhirnya formulasi pembelajaran yang kami buat belum bisa dilaksanakan,” imbuhnya.

Kadisdik menginformasikan, dengan SKB tersebut, maka pembelajaran tatap muka yang diperbolehkan untuk tingkat sekolah dasar (SD) adalah September, dan taman kanak-kanak (TK) pada November.

“Kita juga evaluasi di lapangan, adanya keluhan orang tua siswa yang katanya tidak sanggup lagi mendampingi anak mereka saat belajar di rumah. Selain keluhan harus membeli kuota, orang tua juga menginginkan anak mereka bisa segera masuk sekolah,” papar Uca.

Di sisi lain, kalangan guru juga ada kekhawatiran akan kinerja mereka tidak tercapai saat pembelajaran daring. Sementara untuk lembaga pendidikan di bawah Kementerian Agama, sudah ada yang melakukan pembelajaran tatap muka di sekolah. “Perbedaan ini menjadi masalah baru di lapangan,” tambahnya.

Protokol kesehatan

Untuk pembelajaran di pesantren dan boarding school, katanya, sudah ada yang masuk sekolah. Di akhir pertemuan, Kadisdik didampingi Kabid PAUD Dikmas, menyimpulkan, dirinya menyetujui, pembelajaran tatap muka di sekolah, dengan memperhatikan protokol kesehatan.

“Kami sebenarnya sudah membuat surat untuk disampaikan ke lembaga pendidikan terkait SOP pembelajaran tatap muka di sekolah di masa AKB ini. Kami juga setuju jika regulasi pemerintahan pusat jadi acuan. Namun dari hasil pertemuan disepakati adanya diskresi, agar pertemuan tatap muka di sekolah bisa berjalan, tentunya dengan memperhatikan protokol kesehatan,” tuturnya.

Disdikbud akan melaporkan hasil pertemuan kali ini ke bupati dan formulasi yang dibuat, diharapkan bisa jadi keputusan Pemerintah Kabupaten Kuningan, sehingga bulan Agustus, dapat diterapkan. (Ruddy/SGO)

Hayyyy  hallo..... Mas, Mba... Sis  Bro... dah pada daftar menjadi mahasiswa baru UGJ belum.....ituloh Universitas Swadaya Gunung Jati.... Dulu kalian mengenalnya dengan Unswagati

Diatas ada panduan cara mendaftar online via fasilitas BJB ya....? dan juga panduan untuk melakukan heregistrasi/registrasi bagi yang sudah dinyatakan Lulus....

Semoga kalian bisa lulus dengan jurusan/program studi yang dicita-citakan

Kuliah....kuyyy ke UGJ