Dosen UGJ Beri Pemahaman Pentingnya P-IRT ke Pelaku UKM

oleh -92 views


CIREBON, (SGOnline).-

Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ) Cirebon bertekad terus berkiprah untuk masyarakat, tak terkecuali pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang ada di wilayah pengabdiannya.

Salah satunya, melalui pendampingan yang dilakukan dosen UGJ Cirebon, Yodi Rudiantono, S.E., M.M. Dalam program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini, dirinya memberikan pemahaman pentingnya produk yang memiliki kode P-IRT (Perizinan Industri Rumah Tangga) kepada Yudi Syarif.

Yudi Syarif merupakan perajin minuman wedang jahe yang berdomisili di Jalan Kanggraksan, Gang Arya Kemuning, Kota Cirebon. Yudi adalah satu dari sekian banyak pelaku UMKM yang belum memahami perlunya kode P-IRT untuk produksi rumahan mereka.

“Pendampingan ini sebagai upaya meningkatkan daya saing melalui pemahaman pentingnya perizinan P-IRT pada binaan UMKM juara Kota Cirebon,” kata Yodi Rudiantono kepada Surya Grage Online, Selasa (12/1/2021).

Dijelaskan Yodi Rudiantono, PIRT adalah singkatan dari perizinan industri rumah tangga, dan saat ini permintaannya sedang meningkat. Sebab, bisnis rumahan sedang menjamur, khususnya industri pangan. Bisnis dengan skala kecil atau usaha kecil menengah (UKM) sedang berkembang pesat, dan berubah menjadi penopang utama roda perekonomian Indonesia saat ini.

“Pelaku industri ini mengaku mendapatkan banyak keuntungan jika menjalankan bisnisnya secara rumahan. Mereka bisa lebih berhemat, misalnya dalam hal sewa lokasi produksi, modal, memiliki kendali penuh, dan juga waktunya lebih fleksibel untuk bekerja maupun bersama keluarga di rumah,” jelasnya.

READ  Ugi Hikmat Sugia Pimpin DPC Peradi Kota Cirebon

Hanya saja, lanjut Yodi Rudiantono, sebelum pelaku industri olahan pangan memulai bisnisnya, mereka harus terlebih dahulu mengurus sertifikat perizinan P-IRT.

“Berdasarkan Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan atau BPOM Nomor 22 Tahun 2018 tentang Pedoman Pemberian Sertifikat Pangan Industri Rumah Tangga, dijelaskan PIRT adalah sertifikat perizinan Industri Rumah Tangga atau PIRT yang diberikan bupati atau walikota melalui Dinas Kesehatan setempat. Sertifikat ini mengacu, jika pangan hasil produksi yang dihasilkan sudah memenuhi persyaratan dan standar keamanan yang telah ditentukan,” paparnya.

Yodi Rudiantono berharap, melalui pola pendampingan ini makin banyak pelaku UMKM yang menyadari pentingnya izin P-IRT, sehingga mereka bisa lebih bersaing. “LPM UGJ akan terus berkiprah untuk masyarakat di segala lini kehidupan, terutama industri UKM agar taraf perekonomian menjadi meningkat,” harapnya. (Ruddy/SGO)