Famili Mertasinga: Luqman dan Raharjo Bukan Trah Asli Sunan Gunung Jati

oleh -191 views

CIREBON, (SGOnline).-

Keluarga besar Mertasinga, keturunan Sultan Kasepuhan ke-IV Sultan Raja Amir Sena Muhammad Jaenuddin menyayangkan polemik perebutan tampuk kekuasaan Sultan Kasepuhan yang terjadi saat ini.

Mereka mengaku prihatin dengan konflik yang terjadi antarsaudara tersebut.
Kendati demikian, Keluarga besar Mertasinga yang juga dikenal dengan sebutan, Keratuan Singhapura, yakni cikal bakal keraton di Cirebon menyatakan diri tidak berpihak kepada siapapun, baik PR. Luqman Zulkaedin maupun Raden Raharjo Djali.

Mereka menyatakan diri tidak ikut campur atas persoalan di Keraton Kasepuhan dan memilih bersikap netral. Sikap tersebut disampaikan melalui deklarasi yang dipusatkan di Pendopo Keratuan Singhapura, Desa Mertasinga, Kecamatan Gunung Jati, Kabupaten Cirebon, kepada sejumlah awak media, Jumat (7/8/2020) malam.

Tampak hadir sejumlah sesepuh, keturunan dan keluarga besar Mertasinga.

Salah seorang sesepuh Mertasinga, Pangeran Makmur Karta Kusuma, menjelaskan, sikap netral yang diambil keluarga Mertasinga bukan berarti diam tidak memberikan tanggapan ataupun tindakan apapun.

Sikap netral diambil karena masih meghormati proses hukum yang sedang berjalan. Sebab, Ratu Alexander, selaku adik almarhum PRA. Arief Natadiningrat melaporkan Raden Rahardjo Djali kepada kepolisian atas dasar perbuatan menyebarkan berita bohong dan juga pencemaran nama baik.

“Tentu kita bersikap atas polemik ini. Salah satu sikap kami adalah tidak berpihak kepada siapapun. Sikap netral tersebut berdasarkan sejarah Mertasinga sendiri dan Mertasinga terkenal dengan kebijakan. Jadi inilah sikap yang tepat untuk saat ini,” katanya.

Bakal canggung

Pangeran Basmudin Adji Arkaningrat, juga mengaku memilih netral. Soalnya, yang masih berseteru adalah satu keluarga dan keduanya merupakan keturunan Sultan Aluda. Apabila Mertasinga berpihak kepada salah satu, nanti akan canggung karena mendukung salah satu pihak.

“Kalau kita berpihak ke salah satu, nanti timbulnya rasa tidak enak. Karena, sudah ranah dukung mendukung. Alasan lain, karena keduanya ini (Luqman dan Rahardjo, Red) tidak sejalan dengan keluarga besar Mertasinga,” ungkapnya.

Ia menganggap, kedua orang tersebut bukan merupakan trah asli Sunan Gunung Jati.

“Walaupun saya bukan ahli sejarah, tapi kami selaku famili mendapatkan dongengan. Jadi kita pertegas, kalau mereka itu bukan keturunan yang asli, karena keturunan Sunan Gunung Jati yang asli itu hanya sampai pada Sultan Ke V (Pangeran Matangaji),” tambahnya.

Basmudin mengemukakan, persoalan tersebut bisa ditanyakan ke ahli sejarah dan bisa dibuktikan kebenarannya. Oleh karena itu, keluarga besar Mertasinga berencana membentuk Dewan Family Keraton Cirebon.

Tujuannya, untuk meluruskan sejarah yang sesungguhnya dan mencari siapa penerus Sultan Kasepuhan yang sebenarnya. “Kami akan membenarkan yang tidak benar dan meluruskan yang tidak lurus,” tandasnya. (Andi/Herwin/SGO)