Film Cahaya dari Barat, Potret Realita Kehidupan Sosial

oleh

DEPOK, (SGOnline).-

Sebuah film pendek dikemas dengan sangat apik, tajam dan mengena. Kepiawaian sutradara muda, Riki Setiawan ditopang tangan dingin scoring musik Ardyan Motoe, membuat film yang digawangi Irma Danusutedjo ini mampu mewakili potret realitas kehidupan masyarakat kita.

Ya, film pendek perdana produksi Sanggar Dunia 8 ini berkisah tentang perjuangan seorang ayah bernama Sapto yang memiliki tiga buah hati. Untuk menghidupi ketiga anaknya, sang ayah rela banting tulang menjadi penarik becak. Sebuah pekerjaan yang menuntut stamina sebagai modal utama, meski dengan penghasilan ala kadarnya.

Anak sulung penarik becak, bernama Rani. Ia digambarkan sebagai sosok remaja yang sulit diatur. Bahkan, Rani kecanduan narkoba. Sedangkan putri kedua, Dara, merupakan penyandang disabilitas. Ia terpaksa menjadi manusia silver demi membiayai operasi adik kesayangannya. Sementara putri ketiga, Rasya, mengidap penyakit jantung sejak kecil.

“Film pendek ini sangat menyentuh bagi siapa saja yang menonton. Inilah gambaran perjuangan sebuah keluarga demi kelangsungan hidup, walaupun penuh cobaan. Kami berharap masyarakat menerima kehadiran film ini dan bisa menjadi referensi dalam menjalani kehidupan,” harap Irma Danusutedjo kepada Surya Grage Online, Minggu (12/7/2020).

Irma Danusutedjo mengajak masyarakat yang berminat mengasah potensi seni yang dimilikinya, untuk mendaftarkan diri di Sanggar Dunia 8 di DAPUR MERDEKA, JALAN MERDEKA NO 10 ABADIJAYA DEPOK TIMUR, fast respons 0813-9859-4889. (Ruddy/SGO)