Filosofi Kue Onde-onde, Lambang Kehidupan Berputar

oleh

SEBUAH pepatah bijak mengatakan, 生活就像一个纺车,有时在下面,有时在上面. Shēnghuó jiù xiàng yīgè fǎngchē, yǒushí zài xiàmiàn, yǒushí zài shàngmiàn. Artinya, kehidupan bagaikan roda berputar, kadang di bawah, kadang di atas.

Sejak adanya 3 jalur perdagangan, yaitu Chama (jalur perdagangan teh), Sutra, dan Keramik, kuliner khas Tiongkok tersebar ke mana-mana. Contohnya, mi, nasi goreng, tahu dan lain sebagainya.

Di antara semua itu, pasti kita mengenal kue onde-onde. Ya, yang terbuat dari terigu dan ada wijen di sekelilingnya. Kue ini berbentuk bundar seperti bola tenis meja atau yang lebih besar dari itu.

Mungkin tak banyak orang tahu jika kue onde-onde ini melambangkan kehidupan penuh aneka. Onde berwarna putih, simbol kesucian dan ketulusan hati. Rasa manis, mengajarkan jika kehidupan harus memberikan rasa manis (bahagia).

Dibawa pendatang

Kue onde-onde di Tiongkok, berawal pada zaman Dinasti Tang. Ketika itu, makanan tersebut merupakan kue resmi daerah Changan (sekarang Xian) yang disebut ludeui (碌堆). Makanan ini kemudian dibawa pendatang sana menuju ke daerah selatan China, lalu berkembang luas.

Onde-onde/jin deui di daerah Cina utara disebut matuan (麻糰), di daerah timur laut Cina disebut ma yuan (麻圆), dan di Hainan disebut zhen dai (珍袋). Zhen dai terkadang dapat disebut sebagai zhimaqiu (芝麻球) yang diartikan sebagai bola wijen.

Rasa manis di dalam bola-bola ini harus bisa memberi arti, jika kehidupan harus memberikan rasa manis (bahagia).
生活是丰富多彩的,必须给生活带来甜蜜 Shēnghuó shì fēngfù duōcǎi de, bìxū gěi shēnghuó dài lái tiánmì. Maknanya, kehidupan itu penuh aneka warna dan harus memberikan rasa manis dalam kehidupan. (*)

Oleh Jeremy Huang