Forum Peduli Kuningan Desak Pemkab Publikasikan Anggaran Covid-19

oleh

KUNINGAN, (SGOnline).-

Perwakilan Forum Peduli Kuningan menuntut adanya transparansi anggaran covid-19 dan minta segera dipublikasikan dengan semua dokumennya secara rinci. Permintaan tersebut disampaikan perwakilan forum saat mendatangi Gedung DPRD Kuningan, Selasa (9/6/2020).

Audiensi yang dimulai pukul 13.00 WIB ini dipimpin Wakil Ketua DPRD Kuningan, Dede Ismail dan dihadiri Kepala Dinas Sosial, Dudy Budiana, Direktur RSUD 45 Kuningan, dr. Deki Syaefullah, Direktur RSU Linggarjati dr. Edi Martono, Kepala UPT Damkar Satpol PP Kuningan, M Khadafi, Juru Bicara Covid-19, Agus Mauludin dan Kepala Dinas Perhubungan, Jaka Chaerul.

Salah satu perwakilan aksi, Pigih Pratama meminta agar dewan dan Satgas Covid-19, lebih terbuka dalam pengeluaran anggaran covid-19, segera membentuk pansus dan kejelasan PKH dari Dinas Sosial.

“Biar tidak muter-muter, pertama kami ingin adanya transparansi penggunaan anggaran penanggulangan covid-19. Kedua, segera bentuk pansus agar jelas kemana aliran anggarannya dan ketiga, kejelasan aliran PKH dari Dinas Sosial,” tegas Pigih yang merasa audiensi sudah terlalu melebar.

Pemeriksaan BPK

Kemudian, Wakil Ketua DPRD, Dede Ismail, mengatakan, DPRD akan memberikan waktu kepada SKPD terkait untuk menyampaikan transparansi anggaran, setelah pemeriksaan BPK pada bulan Agustus 2020 nanti.

“Pemeriksaan akan dilakukan pa bulan Agustus, karena anggarannya sendiri masih terus berubah, mohon kesabaran sapai akhir Juli, sebelum pemeriksaan BPK,” ujar Dede Ismail.

Namun jawaban tersebut tidak memuaskan audience, sehingga Pigih meminta agar anggaran penggunaan covid-19 segera dibuat, bila tidak ia akan mengadakan sanding data. “Bila memang tidak bisa memberikan dokumen secara lengkap, kita akan sanding data,” tegas Pigih.

Menyikapi hal itu, Dede Ismail pun akhirnya memberikan waktu 10 hari kepada SKPD untuk menyiapkan dokumen penggunaan anggaran penanggulangan Covid-19. “Baik, beri kami waktu 10 hari untuk melakukan rekap sementara dari anggaran pemerintah yang digunakan selama ini, dan FPK boleh datang kembali pada minggu depan,” tuturnya. (Ruddy/SGO)