Gas Beracun Sukses Minimalisasi “Racun” Sungai Cisanggarung

oleh -74 views

KUNINGAN, (SGOnline).-

Sebagai upaya mengantisipasi datangnya bencana saat masa transisi antara musim kemarau ke musim penghujan, ratusan warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli Aliran Sungai menyisir sampah yang berada di aliran Sungai Cisanggarung, Kabupaten Kuningan.

Ratusan orang dari berbagai komunitas dan element masyarakat turut andil dalam Gerakan Sapu Bersih Aliran Sungai Cisanggarung (Gas Beracun), di antaranya Kelana Buana, Lanthera, Waja Kopi, Senkom, LDII, Saung Indung, Saung Guriang,TIMBAL, Sismakala, KAMMI, GEMAPALA, Sismakala, Gema Jabar Hejo, Patanjala, Pagarnusa dan beberapa orang yang hadir atas nama pribadi yang turut peduli akan ekologi dan Sungai Cisanggarung yang terlihat saat ini menjadi tempat pembuangan sampah ilegal.

Cisanggarung sendiri merupakan sungai yang berada di Provinsi Jawa Barat, dengan daerah aliran sungai sepanjang 817 km. Hulu Sungai Cisanggarung berada di perbukitan Kuningan selatan, perbukitan Gunung Tilu serta Gunung Ciremai yang bermuara di Laut Jawa.

Terlihat penduduk di sekitar Sungai Cisanggarung memanfaatkan untuk sungai ini sebagai sumberdaya pertanian, pengairan dan bahkan dimanfaatkan pula untuk keperluan sehari-hari, yaitu MCK. Karena saat musim kemarau Cisanggarung menjadi primadona bagi penduduk sekitar. Namun sayang ada saja orang yang masih membuang sampah ke Cisanggarung.

Salah satu pelopor dari Gas Beracun, Dani Sukun mengatakan, kegiatan tersebut adalah bentuk spontanitas akan kepedulian terhadap lingkungan yang saat ini kian memprihatinkan. “Salah satu langkah yang harus ditempuh adalah bergotong royong dengan langsung turun ke lapangan, bisa lihat sendiri di aliran sungai ini begitu banyak sampah, termasuk sampah plastik. Gerakan ini merupakan bentuk kesadaran nyata yang harus datang dari hati nurani sendiri. Kalau kita sayang dengan anak cucu kita, warisan inilah yang harus kita jaga,” ujar Mang Sukun, panggilan akrabnya, yang juga seorang jurnalis, Minggu (24/11/2019).

Saat wartawan Surya Grage Online mengikuti kegiatan ini, terlihat kondisi Sungai Cisanggarung yang memprihatinkan, tampak banyaknya eceng gondok yang mampu membuat sungai menjadi dangkal, sampah yang berada dipinggiran tebing sungai, rumput yang berada didasar sungai mulai meninggi dan air yang berwarna coklat.

Pelatih Pagarnusa, Deni Darmadi yang juga ikut ambil bagian dalam kegiatan tersebut tidak menyangka akan banyaknya bantuan yang datang dan menjadi bukti jika masih ada masyarakat yang tulus peduli akan lingkungan.

“Alhamdulillah acara ini bisa berlangsung dengan sukses, saya tidak menyangka banyak dukungan tenaga yang datang, namun kali ini baru sampai empat jembatan yang dilewati dari mulai Alun-alun Desa Kadugede hingga Ciketak, karena begitu lebarnya luas Sungai Cisanggarung, Insya Allah akan diadakan lagi Gas Beracun berikutnya, untuk melanjutkan pergerakan kami tadi,” ungkap Deni atau biasa disapa Mang Dadawuk. (Andin/SGO)