Gerindra Jaring Lima Balon Bupati Indramayu

oleh -72 views

INDRAMAYU, (SGOnline).-

Sebanyak lima orang mendaftarkan diri ke Badan Pemenangan Pemilihan Kepala Daerah (BAPPDA) Partai Gerindra Kabupaten Indramayu sebagai bakal calon (balon) bupati dan wakil bupati setempat. Pendaftarannya sendiri dimulai pada 25 Oktober hingga 15 November 2019.

Informasi yang diterima Surya Grage Online, BAPPDA Gerindra menjaring lima orang pendaftar, yakni Inu Danubaya, Esih Warnesih, Dedi Sulistyo, Gorry Sanuri dan Yon Haryono. “Hari Jumat ini merupakan batas akhir pembukaan pendaftaran bakal calon bupati, jadwal waktu pendaftaran akan ditutup pada pukul 24.00 WIB,” ujar Ketua BAPPDA Gerindra Indramayu, Aan Suhirso, Jumat (15/11/2019).

Dikatakan Aan, Partai Gerindra sangat membutuhkan figur yang kredibel dan memiliki integritas tinggi terhadap partai, karenanya diberikan fakta integritas dengan kekuatan hukum tetap, berkas pendaftar yang masuk baik secara internal maupun eksternal nantinya akan diserahkan ke DPD Partai Gerindra pada tanggal 17 November 2019. Selanjutnya pada tanggal 20-30 November 2019 akan dilakukan fit and proper test serta tes wawancara, baik dari DPD maupun DPP Partai Gerindra.

Mengingat Partai Gerindra hanya mengantarkan enam kursi ke DPRD Indramayu maka tidak menutup kemungkinan akan berkoalisi dengan parpol yang sempat berkoalisi sebelumnya, seperti Partai Demokrat dan PKS atau membangun koalisi dengan parpol lainnya.

“Partai Gerindra tidak muluk-muluk, hasil pilbup Indramayu 2020 mendatang peraihan suara minimal 75 persen dapat terwujud. BAPDDA terbuka untuk umum, membuka pintu selebar-lebarnya bagi siapapun yang berminat untuk mendaftarkan diri ke bursa balon dan tidak ada istilah cekal mencekal terhadap siapapun,” tegasnya.

Yon Haryono, salah seorang pendaftar balon bupati mengatakan, sebagai kader Partai Gerindra dirinya merasa terpanggil untuk membawa perubahan dalam memajukan dan membangun daerah ke arah yang lebih baik, tentunya daerah yang bebas dari praktik korupsi. “Saya merasa terpanggil untuk membawa perubahan, karenanya apabila dipercaya memimpin Indramayu ke depan maka akan memegang amanah tersebut dengan baik untuk membangun daerah yang bebas dari praktik korupsi. Sebab, korupsi merupakan penghambat pembangunan,” ungkapnya. (Rat/SGO)