Golok Tebas Beraksi di Pameran Seni Budaya Caruban 2019

oleh -142 views

CIREBON, (SGOnline).-

Kesultanan Cirebon sekitar abad 16 dan 17 menjadi sentra pembuatan beragam jenis senjata tajam, seperti golok, pedang, keris dan tombak. Pusat pembuatannya berada di Sunyaragi, Kota Cirebon dan Desa Jemaras, Klangenan Kabupaten Cirebon.

Kegiatan yang diprakarsai Laskar Agung Macan Ali dan Kesultanan Cirebon ini menampilkan berbagai hasil kerajinan, di antaranya tosan aji, batik, bilah, lukisan serta ukiran. Acara juga diisi atraksi golok yang dilakukan anggota Laskar Macan Ali dan pengobatan alternatif refleksi dari Pamali.

Penjelasan itu disampaikan Panglima Tinggi Laskar Agung Macan Ali Nuswantara, Prabu Diaz kepada Surya Grage Online di sela acara Pameran Seni Kerajinan dan Budaya Caruban 2019, Minggu (24/11/2019). Acara yang dipusatkan di kawasan Kota Tua BAT Jalan Lemahwungkuk, Kota Cirebon ini dihadiri Ketua DPRD setempat, Hj. Affiati A.Ma., Kepala Dinas Kebersihan dan Lingkungan Hidup, Abdul Syukur dan tamu undangan lainnya.

Prabu Diaz mengakui, pameran tersebut berawal dari kreativitas anggota komunitas di Cirebon yang ingin mengadakan suatu acara yang didukung PPN Kejawanan dan unsur Forkopimda. “Kegiatan ini sekaligus memperkenalkan Komunitas Bilah, namanya Cakrabuana Chapter. Pengambilan nama ini karena Cirebon menjadi pusat pembuatan senjata tajam,” ungkap Diaz.

Dalam pameran ini, lanjut Prabu Diaz, pihaknya mengangkat seni senjata tajam asli dari Cirebon, yaitu golok tebas. Golok tersebut sebagai ciri khas masyarakat Cirebon, sama halnya dengan golok ciomas-nya masyarakat Banten, di Kalimantan ada mandau dan beberapa wilayah lain yang ada di nusantara dengan berbagai macam jenis khas senjata tajamnya.

“Dalam pameran ini kami juga menampilkan seni senjata tajam dengan berbagai macam bentuk dan kreasi motif, baik bilah maupun sarungnya. Kami juga memeragakan ketangkasan dalam menggunakan golok tebas dengan sistem lomba, agar tidak punah dan ketajaman goloknya tidak diragukan lagi. Kami berharap pameran ini dapat menjadi destinasi wisata Cirebon,” ucapnya.

Salah seorang panitia, Didit mengatakan, pameran ini ditampilkan berbagai produk atau karya Cakrabuana yang meliputi wilayah Ciayumajakuning, bahkan dari luar kota. “Kebetulan para pande (ahli pembuat senjata tajam, Red) juga hadir di sini,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Cirebon, Hj. Affiati, A.Ma., mengapresiasi pameran seni kerajinan budaya ini. Ia menilai, pelestarian seni dan budaya menjadi suatu keharusan di tengah gempuran teknologi informasi yang begitu deras. Bila tidak dipelihara dengan baik, maka seni budaya lokal dipastikan akan semakin tersisih.

“Pameran ini sangat bagus dan sebaiknya dijadikan agenda rutin, karena di dalamnya terdapat upaya melestarikan warisan leluhur. Untuk itu, setiap event seni budaya harus mampu menjadi destinasi wisata Cirebon, sehingga mempercepat perekonomian masyarakat. Kami mendukung ajang kreativitas ini karena mengandung banyak manfaat yang bisa diperoleh,” ucapnya. (Effendi/Bobby/SGO)