Gundukan Tanah Kontol Kobong Diperiksa Tim Balar Jabar

oleh -146 views

INDRAMAYU, (SGOnline).-

Tim peneliti dari Balai Arkeologi (Balar) Jawa Barat melakukan penelitian terhadap temuan struktur bangunan batu bata yang ditemukan Brigadir Rusmanto dan Yayasan Tapak Karuhun Nusantara di Blok Dingkel Desa Sambimaya, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu.

Penelitian awal dipimpin Kepala Balar Jawa Barat, Deni Sutrisna dan dua orang peneliti utama bidang arkeologi klasik, Nanang Saptono dan Endang. Dari hasil penelitian yang dilakukan dengan metode survei permukaan ini, tim arkeolog menemukan sejumlah fragmen tembikar, pecahan batu bata dengan ukuran yang beragam dan struktur bangunan batu bata dengan profil di sisinya.

Tim juga menemukan lempeng batu, makam yang dipercaya sesepuh desa dan bekas kolam yang sudah tertutup tanah. Termasuk melakukan metode wawancara kepada masyarakat terkait keberadaan temuan tersebut yang dikaitkan dengan cerita yang berkembang di masyarakat.

Deni Sutrisna mengaku pihaknya belum dapat menyimpulkan terkait temuan-temuan tersebut karena yang dilakukan tim masih penelitian awal. “Kita belum bisa menyimpulkan terkait temuan yang ada di Sambimaya ini, jadi perlu ada penelitian lanjutan,” jelasnya.

Deni mengemukakan, pada penelitian awal selama dua hari itu pihaknya belum mendapatkan titik terang yang mengarah pada wujud sebuah bangunan semisal candi ataupun bangunan lainnya. Untuk itu, ia meminta masyarakat tidak melakukan aktivitas yang dapat merusak, sehingga nantinya dapat mengaburkan nilai-nilai kesejarahannya.

Dalam penelitian selama dua hari ini, tim peneliti melakukan penelitian ke sejumlah titik di Desa Sambimaya, yakni gundukan tanah di Blok Dingkel, gundukan tanah di Blok Sambi Lawang Lor, gundukan tanah di Blok Kontol Kobong, dan gundukan tanah di Blok Buyut Siwur.

Kepala Desa Sambimaya, H Sutarman menjelaskan, masyarakat desanya sangat antusias dengan adanya penelitian tersebut. Pihaknya berharap agar penelitian lanjutan tidak berlangsung lama sehingga informasi adanya dugaan bangunan Candi di desa Sambimaya menjadi kenyataan. “Bila berkenan para arkeolog ini dapat kembali lagi ke Sambimaya untuk meneliti secara berkelanjutan,” harap Sutarman.

Sutarman menjelaskan sudah banyak masyarakat dari luar desa yang datang ke desanya hanya untuk mengetahui dari dekat tentang informasi yang beredar di media sosial tersebut. Apalagi, bila struktur bangunan itu benar benar berwujud bangunan candi. “Saya harap pemerintah baik di pusat maupun daerah untuk memperhatikan temuan ini” ujar Sutarman. (Rat/SGO)