H Pepep Nilai Pemkab Majalengka tak Miliki Daya Tawar Proyek Rebana

oleh -11 views

MAJALENGKA, (SGOnline).-

Proyek strategis Pemerintah Provinsi Jawa Barat saat ini menggaungkan kawasan metropolitan baru yang dikenal dengan segitiga emas Rebana, yakni Cirebon-Patimban Kabupaten Subang dan Kertajati Kabupaten Majalengka.

Saat ini, sejumlah investor dari luar negeri seperti Jepang, Taiwan, Timur Tengah tertarik untuk berinvestasi mengembangkan 10 kota baru di wilayah tersebut.

Namun untuk menyambut mega proyek tersebut, Majalengka dinilai belum memiliki bargaining position (posisi tawar) dengan Pemprov Jabar dan konsep yang jelas, agar nanti masyarakatnya tidak hanya sekadar menjadi penonton dalam pembangunan itu.

Persoalan tersebut terungkap dalam reses anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, H Pepep Saeful Hidayat di Sekretariat Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Majalengka, kemarin.

“Selama ini memang kita harus akui proses transformasi komunikasi, yang berakibat pada perubahan kultur dan struktur belum sepenuhnya sampai ke masyarakat. Hal ini menjadi persoalan baru yang harus diselesaikan pemerintah daerah sebagai pelayan masyarakat,” kata Sekretaris Umum PPP Provinsi Jawa Barat ini.

Menurut dia, pembangunan juga jangan sampai terjadi ketimpangan antara wilayah selatan dan utara Majalengka. Jika itu terjadi, akan menimbulkan kecemburuan sosial.

Pemkab Majalengka juga perlu memperhatikan wilayah selatan dengan memanfaatkan segala potensi yang dimilikinya, jangan hanya fokus untuk industri di utara Majalengka.

Sedangkan dampak lain dari perkembangan wilayah utara Majalengka, juga mengancam penyusutan lahan pertanian. Jika dibiarkan dengan bebas, maka hal ini akan berpengaruh pada tingkat produksi hasil pertanian.