Harga Gabah Tembus Rp 6.500/Kg, Petani Tetap Gigit Jari

oleh -66 views

INDRAMAYU, (SGOnline).–

Kenaikan harga gabah yang menyentuh Rp 6.500 per kilogram ternyata tidak serta merta dirasakan petani. Sebab, bersamaan dengan itu petani memasuki masa paceklik, sehingga mereka tidak memiliki stok atau simpanan gabah di gudang.

Imbas dari kenaikan gabah tersebut justru dinikmati kalangan tengkulak. Mereka mendapat keuntungan berlipat, karena saat membeli gabah petani harganya masih berkisar Rp 5.000 per kilogram.

“Yang masih punya simpanan gabah di musim paceklik seperti sekarang ini, ya cuma tengkulak. Jadi kenaikan harga gabah tak menguntungkan petani, hanya menguntungkan tengkulak,” ujar Sano, petani asal Anjatan, Rabu (30/10/2019).

Diakui dia, pada umumnya petani menjual simpanan gabah hasil panen gadu saat harga mencapai Rp 5.000 per kilogram. Mereka mengira harga tersebut merupakan harga puncak tertinggi dan tidak bakal naik lagi. Namun nyatanya, harga gabah justru mampu menembus angka Rp 6.500 per kilogram.

“Kalaupun petani memiliki simpanan gabah paling hanya cukup untuk dikonsumsi untuk keluarga sendiri sampai menjelang masa panen tiba, sekitar pertengahan Maret 2020 nanti,” kata Wawan, petani padi asal Kecamatan Gabuswetan. (Ger/SGO)