Harga Jengkol Capai Rp 40.000/Kg, Perajin Kerupuk Kelimpungan

oleh -38 views

INDRAMAYU, (SGOnline).-

Kalangan perajin kerupuk jengkol di Kabupaten Indramayu kini mulai mengeluhkan sulitnya memperoleh jengkol. Selain sulit, harga jengkol juga mengalami kenaikan dari yang semula Rp 8.000 per kilogram, kini naik menjadi Rp 35.000 sampai Rp 40.000 per kilogram.

Kesulitan dan naiknya harga jengkol ini sudah dirasakan perajin kerupuk sejak dua bulan terakhir. Menghadapi kondisi itu tak sedikit dari mereka yang terpaksa beralih produksi ke kerupuk bawang atau kerupuk ikan, karena bahan bakunya mudah didapat.

Seperti diungkapkan Casmudi, perajin kerupuk asal Desa Kenanga, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu ini menjelaskan, sebelum harga jengkol naik tajam, ia bisa memasok satu ton dari Sumatera. Namun sejak harga naik ia kesulitan meskipun hanya untuk satu kwintal jengkol karena harus berebut dengan pedagang lain.

“Kalau harus bertahan berjualan kerupuk jengkol, kita yang kerepotan dan untungnya bisa abis untuk modal. Makanya sekarang saya dan beberapa pedagang di sini beralih ke kerupuk bawang atau kerupuk ikan. Bahan bakunya juga gampang diperoleh, harganya juga bersahabat,” ungkapnya, Kamis (31/10/2019).

Hal yang sama juga disampaikan Wandi, pedagang kerupuk jengkol lainnya. Ia mengemukakan, berjualan kerupuk jengkol saat ini tidak untung tapi malah buntung. “Meskipun peminat kerupuk jengkol ini banyak, tapi kalau keuntungan kita justru abis untuk modal buat apa. Mendingan beralih ke kerupuk bawang atau kerupuk ikan, untungnya juga lumayan,” terangnya. (Ger/SGO)