Hasil Karya Seni Wasnadi Tembus Pasar Luar Negeri

oleh -94 views

CIREBON, (SGOnline).-

Ada darah seni mengalir dalam diri Wasnadi. Meskipun ia dilahirkan dari keluarga yang jauh dari seni, namun pemilik galeri di Desa Slangit, Kecamatan Klangenan, Kabupaten Cirebon justru berkutat dalam dunia seni, khususnya wayang kulit.

Ayah Wasnadi merupakan teknisi elektronik, sementara ibundanya hanya seorang buruh tani. Sejak kelas 5 sekolah dasar, ia sudah menyukai dunia dalang. Seiring waktu berjalan, kecintaannya terhadap seni terus tumbuh dan ia pun mulai tertarik untuk membuat wayang kulit dan topeng.

Membuat wayang kulit maupun topeng memang membutuhkan kesabaran dan keuletan yang tinggi. Dengan ketekunan dan niat kuat untuk terus berkarya membuat Wasnadi pantang menyerah. Tidak ada istilah menyerah dalam kamus hidupnya dan hal itulah yang membuatnya tetap bertahan meskipun awalnya ia harus terseok-seok.

“Kesabaran tak mengkhianati hasil”, motto sederhana tapi mengandung banyak makna selalu tertanam di benaknya. Keahliannya pun terus terasah, hingga akhirnya hasil karya Wasnadi mulai menampakkan hasil yang diharapkan. Pecinta karya-karya mulai bermunculan, bukan hanya pribumi tetapi juga dari mancanegara.

“Saya sudah mencintai seni dari kecil. Saya sendiri kurang paham kenapa saya begitu cinta seni, padahal kedua orang tua saya bukan dari kalangan seniman. Berawal dari keinginan saya untuk menjadi dalang, berlanjut pada keinginan membuat wayang kulit dan topeng,” ungkap Wasnadi kepada Surya Grage Online, Selasa (29/10/2019).

Diakui dia, membuat wayang kulit maupun topeng memang harus dilandasi dengan kesabaran ekstra. Sebab untuk membuat wayang kulit ataupun topeng, detailnya harus jelas dan teliti. Jika dibuat asal jadi, maka dipastikan hasilnya tidak akan sesuai dengan harapan.

“Lamon jeh bli niat lestarinang, wis padu senenga bae, dadi bareng-bareng nguripnang seni kang ana ning cirebon (kalau tidak niat melestarikan ya sudah asal senang aja, sama- sama hidupkan seni yang ada di Cirebon, Red),” katanya.

Kini di galeri seninya di Desa Slangit, Wasnadi dibantu 12 karyawan dan hasil karyanya sudah merambah ke luar negeri, seperti Singapura, Brasil dan Jepang. “Alhamdulillah, selain ikut melestarikan seni lokal, hasil karya saya diterima pasar luar negeri,” ujarnya. (Mad/SGO)