Heboh! Hamil 1 Jam Langsung Melahirkan

oleh
foto: detikcom

TASIKMALAYA, (SGOnline).-

Kabar soal seorang ibu di Tasikmalaya mendadak hamil dan melahirkan anak laki-laki membuat gempar. Informasi tersebut menarik perhatian publik, karena videonya viral di media soial.

Pemerintah Desa Mandalasari, Kecamatan Puspahiang, ikut angkat bicara terkait peristiwa tak biasa tersebut. Kejadian itu disebutnya baru pertama kali terjadi di Desa Mandalasari.

“Yah baru pertama kali terjadi di Desa Mandalasari. Makanya masyarakat kaget dan ini anugerah dari Allah SWT. Keajaiban enggak bisa dibaca akal,” kata Kepala Desa Mandalasari, Cucun Khaerudin, saat dihubungi, Senin (20/7/2020).

Ia mengungkapkan, proses kelahiran buah hati pasangan Heni Nuraeni (28 tahun) dan Heri (35 tahun) melibatkan dukun beranak. Walau baru disesar 19 bulan lalu, Heni bisa melahirkan anak ketiganya secara normal.

“Iya lahirnanya dibantu dukun beranak, walau akhirnya keluarga mencari mantri desa karena kondisinya tekanan darah si ibu turun naik. Malahan Heni sempat dibawa Ke Puskesmas Puspahiang untuk pemulihannya,” kata Cuncun.

Selain bidan, peran paraji di desa-desa wilayah Kabupaten Tasikmalaya masih dibutuhkan masyarakat. Mereka acap kali membantu proses kelahiran. Apalagi di saat kondisi infrastruktur jalan yang tidak memadai.

Aparatur desa mencatat, sedikitnya empat ibu hamil yang terpaksa melahirkan di atas kendaraan bak maupun ambulance saat hendak dibawa ke rumah sakit.

“Karena infrastruktur jalan sudah 74 tahun, rusak. Jalannya seperti walungan saat kalau ada yang lahiran sebelum sampai puskesmas. Udah pernah terjadi malahan yang dibawa mobil pikap lahirannya. Ada empat orang lahiran di jalan itu,” ujar Cucun.

Luar biasa

Sebelumnya, Heni ibu bayi tersebut menceritakan kejadian luar biasa yang dialaminya. Dia melahirkan anak ketiganya pada Sabtu (18/7/2020), sekitar pukul 21.30 WIB.

Bayi itu berbobot lebih dari 3,4 kilogram dengan panjang 48 sentimeter. “Jadi awalnya di rumah, terus kerasa ada yang aneh. Perut sebelah kanan mengeras. Ada yang gerak. Saya dibawa ke rumah bapak,” ucap Heni di kediamannya, Desa Mandalasari, Kecamatan Puspahiang, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Minggu (19/7/2020).

“Tahunya mules sejam kemudian, dan panggil indung berang (dukun beranak) akhirnya melahirkan anak,” imbuhnya.

Kejadian 1:25.000 kehamilan

Sementara itu, Ketua Komite Koordinasi Pendidikan sekaligus Dokter Kandungan Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Ruswana Anwar, mengatakan, fenomena yang dialami ibu tersebut bernama Cryptic Pregnancy.

“Ya memang itu istilahnya ada, itu kehamilan kripto bahasa latinnya cryptic, artinya tidak dirasakan atau tersembunyi,” kata Ruswana saat dihubungi detikcom, Senin (20/7/2020).

Dia mengatakan, kejadian ini bisa disebut jarang dengan perbandingan 1:25.000 kehamilan. Untuk kasus anak pertama biasanya mudah dikenali, karena ada tanda-tanda kehamilan pada umumnya. “Tapi kalau anak kedua atau ketiga tubuh sudah biasa, pernah mengalami hamil sehingga tanda-tanda hamil tidak diperhatikan ibunya,” ujarnya. (SGO)

Sumber: detik.com