Hindari Salinitas, Petambak Terpaksa Keringkan Lahan

oleh -62 views

INDRAMAYU, (SGOnline).-

Musim kemarau yang tak kunjung berhenti membuat masyarakat petani tambak udang yang bermukim di Kecamatan Cantigi, Kabupaten Indramayu terus melakukan pengeringan. Upaya itu dilakukan karena air yang masuk ke areal tambak mereka hanya air laut. Padahal idealnya, air tawar juga dibutuhkan sebagai bahan campuran untuk menetralisir kekebalan udang.

“Dengan pengeringan, berarti tanah yang sebelumnya terkontaminasi limbah pakan udang, secara otomatis bersih kembali. Di sisi lain, jika hanya air laut yang masuk, maka kadar keasinan tanah akan semakin tinggi,” ujar Nadi (50), petani tambak udang jenis faname asal Desa Lamarantarung, Kecamatan Cantigi kepada wartawan Surya Grage Online (SGO), Jumat (11/10/2019).

Setelah tambak kering, lanjut dia, saat musim hujan tiba ditambah air laut masuk, maka tambak akan kembali normal. Dengan demikian, tidak ada lagi bakteri atau virus yang bisa menghambat pertumbuhan udang. Petani bisa langsung menebar benih dan dilanjutkan dengan pemeliharaan sampai masa panen tiba.

Dari hasil pantauan SGO, luas areal tambak yang dikeringkan di Desa Panyingkiran Lor sekitar 130 hektare dan Desa Lamarantarung 200 hektare. Sampai saat ini proses pengeringan tambak masih terus dilakukan petani setempat. (Ger/SGO)