Hj. Affiati Belanja Aspirasi Warga Dua Kecamatan

oleh -73 views

CIREBON, (SGOnline).-

Sedikitnya 400 warga Kecamatan Kesambi dan Kecamatan Pekalipan (Dapil 3) mengikuti sidang reses Ketua DPRD Kota Cirebon, Hj. Affiati, A.Ma. Kegiatan yang dipusatkan di rumah pribadi istri H. Zaenal Mutaqin itu dimulai pukul 16.00 WIB, Sabtu (23/11/2019).

Selain Hj. Affiati didampingi suami, H. Zaenal Mutaqin, juga tampak Ketua DPC Partai Gerindra Kota Cirebon Eman Sulaeman, Kepala BP4D Arief Kurniawan, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Syahroni serta tamu undangan lainnya.

“Saya menyampaikan terima kasih kepada seluruh konstituen dan unsur pemerintah yang hadir dalam reses masa persidangan I tahun 2019 ini. Kehadiran seluruh konstituen merupakan satu kehormatan bagi saya. Alhamdulillah sekarang saya dipercaya menjadi ketua DPRD Kota Cirebon dan semua itu atas berkat doa bersama serta izin dari Allah SWT. Oleh karena itu, melalui reses ini saya ingin menampung aspirasi masyarakat,” katanya.

Sementara itu dalam sesi tanya jawab, Mugni warga RW 02 Sicalung berharap bantuan untuk pembangunan PAUD di wilayahnya. Sebab, bantuan yang diberikan sebelumnya belum menuntaskan program yang ada. Sementara Iman, warga RW 13 Kandang Perahu berkeinginan untuk mendapatkan bantuan pembangunan baperkam dan selokan. Warga lainnya, Agus Awaludin, warga Pekalipan memberikan masukan mengenai efisiensi anggaran, “Tolong anggaran yang tidak perlu dipangkas saja dan kalau bisa dialokasikan untuk orang jompo, sebab anggaran dari Dinsos sangat kecil,” pintanya.

Menyikapi hal itu, Hj. Affiaty berjanji akan mengoordinasikan dan menindaklanjuti semua aspirasi dengan dinas terkait pembangunan PAUD di RW 02 Sicalung. “Untuk baperkam akan saya tampung dan untuk perbaikan saluran drainase Insyaallah akan ditindaklanjuti karena kita akan menghadapi musim penghujan. Kita akan mengevaluasi aspirasi warga sesuai dengan skala prioritas,” tandasnya.

Sementara Kepala Dinas PUPR Kota Cirebon, Syahroni menyatakan, terkait aspirasi masyarakat tentang pembangunan PAUD, baperkam dan drainase akan ditindaklanjuti.

“Kaitan aspirasi warga kepada PUPR, kami mohon aspirasi dari warga harus benar-benar sesuai dengan keinginan warga. Sebab berdasarkan pengalaman ketika akan dilaksanakan apa yang menjadi aspirasi, justru warga menolak,” ungkapnya tanpa menyebut warga yang dimaksud.

Syahroni meminta agar sebelum diajukan didiskusikan terlebih dulu, sehingga menjadi kesepakatan bersama. Sebab ada kejadian dikiranya fasilitas umum tetapi ternyata milik warga. “Jadi saya minta didiskusikan terlebih dahulu. Intinya kami akan memilah infrastruktur mana yang lebih diutamakan,” ucapnya.

Di bagian lain, Kepala BP4D Kota Cirebon Arief Kurniawan berjanji akan mencatat seluruh aspirasi warga. Ia juga memaparkan jika pemkot memiliki aplikasi yang bernama GEMPAR DI CIREBON. Aplikasi ini memudahkan warga dalam menyampaikan aspirasinya. Namun Arief mengingatkan jika hanya warga ber-KTP kota saja yang bisa mengakses aplikasi tersebut.

“Saya mengajak warga mulai sekarang disiplin dalam ajuan. Misal kalau ada selokan yang rusak, maka harus dihitung terlebih dahulu kedalamanya, berapa panjangnya kemudian kita hitung secara benar anggarannya. Jadi jangan asal diajukan saja. Bulan Desember kita rembug dengan warga, kita selesaikan Musrembang untuk tahun 2020,” tandasnya. (Boby/SGO)