Ini Dia Isi Perbup Pedoman AKB Sektor Pendidikan, Simak Ya

oleh
Bupati Kuningan, H Acep Purnama

KUNINGAN, (SGOnline).-

Peraturan Bupati Kuningan Nomor 47 tahun 2020, tentang Pedoman Pelaksanaan Adaptasi Kebiasaan Baru Penanganan Covid-19, akhirnya diterbitkan, Selasa (14/7/2020).

Perbup tersebut berisi tentang aktivitas sosial masyarakat dengan sejumlah kelonggaran. Namun dibarengi pengawasan ketat dari petugas penegakan disiplin protokol kesehatan, mulai tingkat desa hingga Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kuningan.

Untuk sektor pendidikan, diatur pada bagian kedua pasal 5 tentang pelaksanaan pembelajaran di sekolah dan/atau institusi pendidikan. Ada tiga point penting, pertama, kewajiban penanggung jawab sekolah dan institusi pendidikan.

Kedua, upaya pencegahan dan pengendalian penyebaran covid-19 di lokasi dan lingkungan sekolah dan/atau institusi pendidikan lainnya. Ketiga, sanksi bilamana tidak dilakukan seperti point pertama dan kedua.

Dalam pelaksanaan adaptasi kebiasaan baru, penanggung jawab sekolah dan institusi pendidikan lainnya wajib memastikan proses pembelajaran tetap berjalan dan terpenuhinya hak peserta didik dalam mendapatkan pendidikan dengan memperhatikan protokol kesehatan.

Protokol kesehatan

Kemudian, penanggung jawab sekolah wajib juga melakukan pencegahan dan pengendalian penyebaran Covid-19 di lokasi dan lingkungan sekolah dan/atau institusi pendidikan lainnya.

Disebutkan pula, melaksanakan anjuran cuci tangan dengan sabun dan/atau pembersih tangan (hand sanitizer), termasuk menyediakan fasilitas cuci tangan yang memadai dan mudah diakses setiap orang, dan menjaga keamanan sekolah dan/atau institusi pendidikan lainnya.

Adapun secara teknis, pencegahan dan pengendalian penyebaran Covid-19 di lokasi dan lingkungan sekolah dan institusi pendidikan, menurut Perbup, dilakukan dengan cara melakukan disinfeksi sarana dan prasarana sekolah secara berkala, terutama handle pintu dan tangga, tombol lift, peralatan yang digunakan bersama, area dan fasilitas umum lainnya.

Lalu, menjaga kualitas udara di dalam ruangan dengan mengoptimalkan sirkulasi udara dan sinar matahari masuk ruangan serta pembersihan filter air conditioner.

Selanjutnya, melakukan pengukuran suhu tubuh di setiap gerbang masuk, menerapkan physical distancing/jaga jarak, membatasi jumlah orang yang masuk lift, mengatur penggunaan tangga naik dan turun, mengatur tempat duduk agar berjarak 1 (satu) meter di ruang kelas, kantin, dan saat istirahat, serta menerapkan protokol pencegahan dan pengendalian penyebaran covid-19, bagi peserta didik, pendidik dan tenaga kependidikan lainnya.

Sistem daring

Dalam ayat 3 pada pasal 5 Perbup nomor 47/2020 itu, diatur tentang sanksi bagi pihak sekolah dan institusi pendidikan bilamana tidak melakukan kewajiban pencegahan penyebaran Covid-19.

Penanggung jawab sekolah dan institusi pendidikan lainnya yang tidak melaksanakan kewajiban sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) dikenai sanksi administratif berupa teguran lisan, teguran tertulis, penghentian sementara kegiatan, penghentian tetap kegiatan; dan/atau pencabutan izin.

Saat dikonfirmasi awak media, Bupati Kuningan, H Acep Purnama, menjelaskan terkait KBM di lembaga pendidikan selama masa AKB ini masih dilaksanakan secara daring.

“Masih dilakukan secara daring. Namun bagi mereka yang belum bisa akibat gangguan sinyal internet atau fasilitas lain, bisa dengan cara guru mengunjungi murid di rumah yang belajar secara kelompok. Ini pun tetap harus memperhatikan protokol kesehatan,” papar Acep. (Ruddy/SGO)