Ini Kata Psikolog Nida Soal Penanganan Korban Pencabulan

oleh
Nida Nadia

KUNINGAN, (SGOnline).-

Polres Kuningan merilis pengungkapan kasus pencabulan terhadap anak di bawah umur. Ada delapan korban yang rata-rata berusia di bawah 15 tahun. Mereka menjadi korban amoral karyawan honorer balai konservasi Kuningan dan sudah terjadi sejak bulan Januari 2019.

Menanggapi kasus tersebut, menurut Psikolog Nida Nadia, penanganannya perlu dilakukan secara intensif. Bahkan beberapa kasus perlu bantuan psikiater, misalnya korban mulai mengalami gangguan tidur, gangguan mood, seperti mengamuk dan sejenisnya. Adapun bantuan bisa berupa farmakoterapi (melalui obat-obatan).

“Penanganannya bisa beragam karena tergantung kondisi masing-masing korban. Kan korban ada delapan orang, dan penanganan juga harus dilakukan dengan hati-hati. Khawatirnya anak malah merasa ketakutan, terhina atau minder, jadi harus dengan kehati-hatian,” ujarnya.

Menurut Nida, pelaku juga harus ditindak secara hukum. Namun untuk identitas korban jangan sampai terbuka ke publik, agar si anak tidak merasa minder.

“Sedangkan untuk terapi, harus dilakukan secara intens, tidak hanya sekali, ada evaluasi, dan perlu pendampingan atau konseling hingga tuntas, jangan sampai anak merasa tertekan,” papar psikolog yang akrab disapa Bunda Nida ini.

Berbagai macam terapi

Bunda Nida menambahkan, terapi yang dibutuhkan ada berbagai macam, yaitu dengan Play Therapy (terapi bermain, Red) tentunya disesuaikan dengan usia anaknya, selanjutnya dengan Therapy Healing, yaitu terapi menyembuhkan rasa trauma, berusaha berdamai dengan kejadian tersebut, dan itu memerlukan proses yang lama.

“Penanganannya harus tuntas, karena kondisi korban ada yang tidak bisa tidur, atau marah-marah, dan itu butuh pendampingan psikiater. Dalam menangani korban juga memerlukan partisipasi dari berbagai pihak, mulai dari keluarga, lingkungan, juga sekolah,” papar Nida yang juga merupakan founder dari San Cita Day Care.

Namun Nida mengingatkan, jika korban tidak sembuh dari trauma dari peristiwa yang dialaminya maka dampaknya akan panjang. “Jadi sebelum ditangani harus dicari formulasi yang tepat agar semua korban bisa sembuh,” jelasnya. (Salawati/SGO)