Ini Kunci Selamatkan UMKM Majalengka di Tengah Wabah Covid-19

oleh -60 views

MAJALENGKA, (SGOnline).-

Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Majalengka berusaha terus bertahan di tengah pandemi Covid-19. Untuk itu, perlu dibuatkan regulasi yang bukan hanya sekadar basa-basi dari pemerintah. Tapi payung hukum yang memiliki keberpihakan pada kepentingan UMKM.

Persoalan itu mengemuka pada ngobrol, ngopi dan ngaliwet bareng yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Majalengka. Pada kegiatan itu, menghadirkan narasumber, Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kabupaten Majalengka, H Budi Victoriadi dan pengusaha yang juga tokoh masyarakat Majalengka, H Tete Sukarsa.

Menurut Budi, selain keberpihakan pemerintah, kunci agar UMKM bisa tetap hidup harus menguasai informasi dan teknologi, seperti terhubung dengan ekosistem digital dengan memanfaatkan marketplace yang ada di Indonesia.

“Jadi penjualanya jangan hanya sekadar mengandalkan offline. Jadi pola ekonomi go-digital memang harus dipercepat. Apalagi jika berdasarkan data yang saya ketahui, penjualan online di tengah pandemi mengalami kenaikan yang cukup signifikan,” kata dia.

Selain itu, kata mantan Ketua DPD KNPI Majalengka ini, pelaku UMKM harus berhasil mengadaptasikan bisnisnya dengan mengeluarkan produk-produk kreatif dan inovatif di tengah wabah.

“Anggaran recovery ekonomi sudah cukup besar. Bahkan sebelum era Jokowi ada KUR dan sebagainya, persoalannya tidak sejalan dengan kebutuhan UMKM. Misalnya untuk packaging saja tidak ada di Majalengka, harus ke Bandung atau ke Cirebon,” paparnya.

Budi menegaskan, perlu regulasi bagaimana produk Majalengka dimanfaatkan warga Majalengka sendiri dan hampir Rp 450 triliun anggaran recovery ekonomi yang didistribusikan ke seluruh kabupaten/kota di Indonesia. Mudah-mudahan bisa efektif.