Ini Strategi Majalengka Sikapi Pemudik di Tengah Wabah Covid-19

oleh -63 views

MAJALENGKA, (SGOnline).-

Banyaknya tenaga kerja Indonesia (TKI) maupun pemudik asal Majalengka yang pulang kampung menjadi permasalahan baru di tengah pandemi covid-19. Sebab, dikhawatirkan kedatangan mereka membawa virus corona hingga menularkan ke anggota keluarga yang di rumah.

Terlebih saat ini, berdasarkan data sementara ada sekitar 19.000 pemudik berdatangan ke Majalengka. Fenomena tersebut mendapatkan perhatian serius dari Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Majalengka, H Eman Suherman.

Dijelaskan mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) ini, bila mengacu pada protokol kesehatan, pendatang yang tiba di Majalengka, baik dari dalam maupun luar negeri harus dilakukan pemeriksaan. Apalagi jika berasal dari zona merah atau daerah endemi, maka yang bersangkutan otomatis ditetapkan sebagai orang dalam pemantauan (ODP) Covid-19.

“Itu salah satu kriteria ODP ya,” kata dia yang juga Sekretaris Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 Majalengka ketika menjawab pertanyaan wartawan melalui pesan singkatnya, Rabu (8/4/2020).

Dibuat posko

Lebih jauh Eman Suherman mengemukakan, jika mekanisme pendataan secara door to door, memakan waktu dan tenaga cukup lama, maka sesuai arahan Bupati Karna Sobahi, sebelum mereka tiba ke rumah, diperiksa terlebih dahulu kesehatan maupun riwayat perjalanannya.

Menyikapi hal itu, lanjut dia, dibuatlah 11 posko di setiap pintu masuk yang menuju arah Majalengka. Termasuk exit Tol Cipali menuju Majalengka, seperti di Kertajati dan Sumberjaya. “Nah, ketika mereka datang langsung diidentifikasi dan diperiksa suhu tubuhnya, sekaligus diberikan sosialisasi, agar mereka bisa ikut bersama-sama mencegah penyebaran covid-19,” jelas Eman. (Shiva/SGO)