Inilah Filosofi di Balik Kue Mo Ho

oleh -331 views

PASAR Kanoman yang berlokasi di Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon banyak menjual kue mo ho. Ibu saya suka membeli kue mo ho untuk ayah dan kakak saya. Bentuknya bulat dan isinya kacang hijau.

Tidak diketahui secara pasti asal usul dan keberadaan kue mo ho, ada yang menamakan kwee ku atau hwat kwee. Yang pasti kue mo ho berasal dari kata Hokian Tiongkok. Kue ini disajikan warga Tionghoa di meja sembahyang tiap Imlek, Cap Go Me, dan Ceng Beng.

Kue ini berbentuk bulat mirip bakpao, mo ho biasanya di dalamnya berisi kentang, kacang hijau atau ubi. Kue mo ho ini bentuknya bulat dan ada 5 warna, yaitu hijau, merah, kuning, coklat dan putih. Tetapi pada umumnya berwarna merah dan hijau.

Mo ho bulat melambangkan bumi kehidupan, warna hijau, merah, coklat, kuning dan putih, melambangkan 5 unsur kehidupan yang ada di bum, yaitu unsur air (水), unsur kayu (木), unsur api (火), unsur tanah (土), dan unsur logam (金). Merah simbol api, hijau melambangkan kayu, coklat menggambarkan tanah, kuning melambangkan logam dan putih mewakili unsur air.

Elemen kayu yang terbakar akan memunculkan api. Setelah api padam, maka muncullah tanah. Dari tanah, kita akan mendapatkan berbagai logam (misalnya emas, besi, dan sebagainya), dan jika logam-logam tersebut mencair maka akan melambangkan air. Akhirnya, elemen air akan menghidupi berbagai tanaman dan menghasilkan kayu.

Kue mo ho terbuat dari tepung terigu, tepung beras, kentang, atau ubi yang dihaluskan, backing powder, kacang hijau dan gula pasir. Jadi kue mo ho melambangkan bumi kehidupan yang manis dilengkapi 5 warna memiliki unsur alam yang ada dalam kehidupan. (*)

Penulis: Jeremy Huang Wijaya