Inilah Lima Tokoh Pendekar Nusantara yang Hilang Tanpa Bekas

oleh -910 views

BAGI sebagian rakyat Indonesia tentu mengenal sejumlah tokoh sejarah, baik dari kerajaan maupun pendekar pilih tanding. Namun di antara rentetan pelaku sejarah, ada di antara mereka yang di akhir hayatnya justru menghilang tanpa bekas. Hal ini dikarenakan keberadaannya tidak diketahui hingga saat ini, termasuk keberadaan makamnya.

Dilansir dari laman Bombastis.com, mungkin tidak banyak orang yang mengenal istilah moksa dengan kata lain, menghilang tanpa jejak. Jasadnya tidak ditemukan, apalagi makamnya. Merunut dari Wikipedia, moksa adalah sebuah konsep dari agama Hindu dan Buddha yang memiliki artian, melepaskan dari segala ikatan duniawi serta putaran reinkarnasi kehidupan fana. Istilah ini sudah dikenal sejak beratus-ratus tahun lamanya atau sejak zaman kerajaan.

Berbicara masalah moksa, ada beberapa tokoh terkenal di Indonesia yang menurut cerita dan diyakini banyak orang mengalami moksa atau hilang tak bekas. Berikut ini adalah orang-orang terkenal di Indonesia yang moksa atau menghilang tanpa bekas.

  1. Prabu Siliwangi

Prabu Siliwangi adalah salah satu Raja Pajajaran yang cukup terkenal dan sakti mandraguna. Dia memiliki banyak pengikut serta membuat Negeri Sunda menjadi terkenal seantero nusantara. Ketika ajaran agama Islam masuk ke Tanah Air, dia mendapatkan desakan agar meninggalkan agama terdahulu dan menjadi seorang mualaf, yang tak lain adalah cucunya sendiri.

Dikarenakan hal tersebut, Prabu Siliwangi memutuskan untuk menyingkir dari kerajaannya, karena ia tidak berkenan masuk Islam. Sebelum mengambil tapa moksa, dia memberikan wejangan kepada para pengikutnya untuk memilih sesuai keinginannya sendiri.

2Prabu Brawijaya V

Seperti halnya Prabu Siliwangi, Prabu Brawijaya V adalah raja ke sekian dari Majapahit yang memutuskan untuk moksa setelah melarikan diri karena kerajaannya dihancurleburkan oleh Kerajaan Kediri.

Sebelum moksa, Prabu Brawijaya V masih memeluk agama Buddha dan di akhir keberadaannya, dia meminta Sunan Kalijaga yang masih merupakan keturunannya (cucu) untuk mengislamkannya. Setelah menjadi mualaf, Prabu Brawijaya V melakukan tapa tingkat akhir di Gunung Lawu dan moksa.

3Mahapatih Gajah Mada

Ada dua versi mengenai masa akhir dari Mahapatih Gajah Mada, yaitu pertama dia diceritakan mengalami sakit dan pada akhirnya meninggal dunia pada tahun 1364. Hal ini seperti yang tertulis pada Kitab Kakawin Nagarakretagama.

Versi kedua adalah Mahapatih Gajah Mada melarikan diri setelah terjadinya Perang Bubat, yaitu perang antara Kerajaan Pajajaran dari Negeri Sunda dengan Kerajaan Majapahit. Gajah Mada dituding sebagai penyebab utama terjadinya perang. Sebelum tertangkap dan diadili atau dibunuh, Gajah Mada melakukan yoga samadi dan moksa hingga sekarang ini.

4. Prabu Jayabhaya

Dikenal dengan nama Prabu Jayabhaya atau Jayabaya, dia adalah raja kerajaan salah satu pewaris tahta Prabu Erlangga (Airlangga) yang mendapatkan jatah wilayah di Jenggala (Kediri). Saudaranya, Jayasabha (Jayasaba) adalah pemilik jatah wilayah lainnya yang berpusat di Panjalu (Daha). Kedua saudara ini terus menerus berperang untuk mendapatkan wilayah dan pada akhirnya Jayabasha kalah dan seluruh Jawa Timur dikuasai oleh Jayabaya dengan pusat di Kediri.

Walaupun menjadi raja yang terkenal dan berhasil membuat kerajaan yang diperintahnya memasuki zaman keemasan, namun rasa berdosa dan bersalah karena telah membunuh saudaranya sendiri, Jayabasha, terus menghantui Jayabaya. Kesaktiannya dan keberhasilannya menjadi seorang pinilih (pilihan) menurut agama Hindu, membuatnya tidak pernah meninggal karena dia dapat melalui proses kematian normal dengan cara moksa. Jayabaya menghilang tanpa jejak setelah melakukan tapa moksa di Desa Menang, Kabupaten Kediri.

5. Sabdo Palon Noyo Genggong

Menurut banyak pakar, Sabdo Palon Noyo Genggong merupakan nama lain dari Semar atau salah satu dari Punokawan. Walaupun banyak orang yang mengatakan bahwa Punokawan termasuk Semar di dalamnya adalah tokoh fiktif, namun tidak sedikit yang mempercayainya.

Sabdo Palon merupakan tokoh spiritual Prabu Brawijaya V yang kecewa akan keputusan rajanya untuk memeluk agama Islam. Dia memutuskan untuk pergi dan menghilang secara moksa setelah Prabu Brawijaya V menjadi mualaf.

Mungkin banyak orang yang tidak percaya akan “kejadian” moksa seperti yang berlaku pada orang atau tokoh-tokoh terkenal di atas, namun secara turun temurun, cerita menghilangnya orang-orang tersebut telah diyakini kebenarannya dan terus dilestarikan sampai sekarang. Percaya atau tidak, tentu hanya Anda sendiri yang dapat menentukannya.