Inilah Sosok Brigjend Daniel Sofjan (Lie Oen Hian)

oleh -994 views

WAKTU kecil, saya sangat terkesan dengan sosok Daniel Sofjan. Setiap datang ke Cirebon, beliau selalu menyempatkan diri datang ke rumah di Kebon Blimbing, mengunjungi ibu saya.

Yang membuat saya terkesan, setiap ke Cirebon suka mengumpulkan saudara, kemudian makan bersama. Di mata saya, beliau orang yang sangat bersahaja. Orangnya sederhana, low profile dan suka menolong orang miskin. Sifat itulah yang membuat saya suka dengannya. Sosok idola dan panutan saya.

Daniel Sofjan merupakan putra dari Basuki Abdul Kadir (Lie In Gwan) dan Widowati. Lie In Gwan, adalah pengusaha ternama di Cirebon tahun 1920-1978. Mereka tinggal di Jalan Siliwangi, tepatnya depan Pasar Pagi Cirebon.

Inilah sekelumit profil Daniel Sofjan. Ia lahir pada 5 Mei 1941 dan meninggal dunia, pada 31 Maret 2000, dengan pangkat terakhir Brigjend TNI (CAM) NRP 20215. Lie Oen Hian lulus dari Akademi Militer tahun 1965.

Berpindah-pindah tugas

Adapun jabatan/tugas yang pernah dijalaninya, tahun 1965-1974 menjadi Biro Angkutan Kostrad. Kemudian pada tahun 1974-1980 bertugas di Bekang Kodam Mulawarman Lalu di tahun 1980-1981 pendidikan Seskoad.

Selanjutnya, pada 1981-1985, Daniel Sofjan menjadi dosen Seskoad. Pada 1985-1990, ia ditugaskan sebagai Staf Pembantu Deputi Dewan Ketahanan Nasional dan menginjak tahun 1991-2000 Brigjen Daniel Sofjan dipercaya menjadi Deputi Dewan Ketahanan Nasional.

Istri Lie Oen Hian, bernama Anna Rafaella Mariana (Liem Kiok Hwa) yang lahir pada 24 Oktober 1948 dan meninggal dunia pada 5 Januari 2013. Dari pernikahan mereka, Brigjen Daniel Sofjan dikaruniai tiga buah hati, yakni Tatiek Sofiati (P), Kristianto Sofjan (L) dan M Norman Pandurata (L).

Sepanjang hidupnya, baik di keluarga maupun di lingkungan militer, Brigjen Daniel Sofjan dikenal selama menjaga marwah motto hidupnya, yaitu “Jaga Nama Baik, Persaudaraan dan Kekompakan”. Maka dari itu, tak heran jika jenderal bintang satu yang hobi bercocok tanam dan suka dengan memperbaiki mesin mekanik ini selalu dikenang oleh orang-orang yang mengenalnya. (SGO)

Oleh: Jeremy Huang