Inilah Tokoh-tokoh Wanita Hebat Cirebon

oleh -731 views

1) Syarifah Fathimah Al-Baghdadi

(Nyimas Panatagama Pasambangan)

Putri dari Syaikh Dzatul Kahfi & Istri dari Sunan Gunung Jati ini terkenal sebagai Waliyyah (wali perempuan) yang masyhur di Caruban Nagari. Keilmuan Agama Beliau juga mumpuni hingga diangkat menjadi pengajar di Pesantren Pasambangan Amparan Jati yang didirikan oleh Syaikh Dzatul Kahfi Ayahnya.

2) Nyai Ratu Mas Subanglarang

Beliau adalah putri dari Mangkubumi Jumajan Jati Sang Penguasa Muslim Pertama Cirebon, Ibu dari Mbah Kuwu Sangkan, serta Nenek dari Sunan Gunung Jati. Beliau adalah seorang Qori’ah yang sangat pakar dalam Ilmu Qiro’ah. Ke’Aliman Beliau dalam Qiro’ah didapat dari pendidikan Guru Murobbinya Sayyid Hasanuddin ‘Adzmatkhan yang dikenal oleh orang Karawang sebagai Syaikh Qurrotul ‘Ain yang di Cirebon digelari dengan gelar Syaikh Mursyahadatillah.

3) Nyimas Ratu Endang Geulis

Beliau adalah putri dari Resi Begawan Danuwarsih yang diperistri oleh Mbah Kuwu Sangkan. Beliau bersama suami tercintanya Mbah Kuwu Sangkan & adik iparnya Nyimas Ratu Rarasantang bersama-sama mendalami agama Islam kepada Syaikh Dzatul Kahfi di Pasambangan Amparan Jati & kepada Syaikh Bayanillaah di Makkah.

4) Syarifah Muda-im

(Nyai Mas Ratu Rarasantang)

Beliau adalah Ibunda dari Sunan Gunung Jati. Murid dari Syaikh Dzatul Kahfi & berguru kepada Syaikh Bayanillaah & Masyaikh Al-Haromain ketika masih tinggal di Makkah. Beliau diperistri oleh Sulthon Mahmud (Syarif ‘Abdullaah Umdattuddin), seorang Raja di Kerajaan Champa (Vietnam) yang bertemu di Makkah saat Musim Haji.

5) Nyai Ratu Mas Gandasari

Murid Wanita Kebanggaan Sunan Gunung Jati ini berjasa banyak bagi Kesultanan Cirebon. Beliau lebih unggul dalam hal ‘Ilmu Agama dan  Kanuragan dibandingkan Santriwati Kanjeng Sunan yang lainnya, hingga diangkat sebagai satu-satunya Senopati (panglima) Wanita di Kesultanan Cirebon. Beliau juga tokoh yang paling berjasa saat terjadi peperangan antara Kesultanan Pakungwati Cirebon dengan Kerajaan Rajagaluh di Gunung Kromong (Palimanan). Saat itu Beliau berperan sebagai Telik Sandi (mata-mata) yang masuk kedalam basis pertahanan Kerajaan Rajagaluh hingga berhasil mengambil pusaka Bokor Kandaga Mas milik Prabu Cakra Ningrat. Beliau juga menciptakan tarian telik sandi Ronggeng Bugis sebagai salah satu taktik perang. Karna jasa-jasa Beliau, Kanjeng Sunan menghadiahkan Beliau sebuah wilayah yang diberinama Panguragan.

6) Nyimas Ratu Brai

Nyimas Ratu Brai adalah istri dari Maulana Syaikh Dzatul Kahfi. Beliau adalah yang memprakarsai Kesenian Musik Sufistik ‘Brai’ khas Cirebon yang kemudian dikembangkan oleh putranya Pangeran Panjunan.

7) Putri Tan Hong Tien Nio

(Nyimas Ratu Rara Sumanding)

Masyhur dengan sebutan Putri Ong Tin. Beliau adalah putri dari Li Guan Cang, seorang Bangsawan Muslim Tang Lang Hokkian yang juga merupakan Panglima dari Kekaisaran Dinasti Ming di Tiongkok (China) kala itu. Beliau menikah dengan Sunan Gunung Jati di Luragung Kuningan & lama tinggal disana. Buah dari pernikahan Beliau dengan Sunan Gunung Jati adalah Pangeran Kuningan yang pada akhirnya meninggal di umur 4 bulan karena sakit. Dimanapun Sunan Gunung Jati keliling BerDa’wah, Putri Ong Tin selalu setiap menemani.

8} Nyimas Ratu Pakungwati

 Beliau adalah putri dari pasangan

Mbah Kuwu Sangkan & Nyai Endang Geulis. Karena kecintaan Mbah Kuwu Sangkan terhadap putrinya begitu besar, maka Kesultanan Cirebon diberinama ‘Kesultanan Pakungwati Cirebon’. Adapun Keraton-nya diberinama ‘Dalem Agung Pakungwati’. Beliau dinikahkan oleh Mbah Kuwu Sangkan dengan keponakannya sendiri Sunan Gunung Jati.

9) Nyi Gede Sembung

(Nyai Quroisyin)

Beliau adalah juru masak / koki andalan

Sunan Gunung Jati di Keraton Dalem Agung Pakungwati. Makanan ‘Docang’ termasuk penemuan Beliau atas perintah Sunan Gunung Jati untuk tidak membuang sisa bahan makanan di dapur keraton agar tidak menjadi tabdzir. Nyai Quroisyin ini masih kerabat dari Nyai Endang Geulis Istri Mbah Kuwu Sangkan.

10) Nyimas Ratu Antrawulan

 Beliau adalah putra dari Ki Pancawala (pembesar talaga). Beliau menikan dengan Syarif ‘Abdurrohman bin Sulaiman Al-Baghdadi Sang Senopati Tertinggi Kesultanan Pakungwati Cirebon yang dikenal dengan Ki Ageng Suropatih. Diriwayatkan bahwa Beliau dengan Syarif ‘Abdurrohman adalah pasangan sejati. Hingga setelah wafatnya Syarif ‘Abdurrohman, setiapkali Nyimas Ratu Antrawulan ada yang mengganggu, Ruh Syarif ‘Abdurrohman selalu sigap datang untuk melindungi.

11) Nyi Gede Kalideres

(Nyimas Ratu Rara Mangi)

Kalau Nyimas Ratu Gandasari adalah santriwati kebanggaan Sunan Gunung Jati, maka Nyimas Ratu Raramangi adalah santriwati kebanggaan Mbah Kuwu Sangkan. Nyimas Ratu Raramangi ini adalah putra Ki Ageng Sepuh Sang Penasihat di Pakuan Pajajaran. Nyimas Ratu Raramangi merupakan salah satu Sufi Wanita Cirebon di zamannya. Hidupnya penuh dengan Ta’allum (belajar) & Ta’lim (mengajar). Sangat rajin Mudawwamah Awrod (melanggengkan wirid²) & Muthola’ah Kutub (meneliti kitab²). Selain ilmu Agama, Beliau juga pendekar wanita yang hebat.

12) Nyi Mas Ratu Baduran

 Beliau adalah pendekar wanita yang juga murid Sunan Gunung Jati. Beliau diamanatkan Sunan untuk membabat alas yang sekarang berada di wilayah Kecamatan Suranenggala. Wilayah tersebut sempat dijadikan BaseCamp pasukan gabungan Kesultanan Cirebon & Demak sebelum berangkat ke Sunda Kelapa (Jakarta) untuk melawan Penjajahan Portugis. Nama Beliau diabadikan sebagai nama daerah ‘Baduran’. Di masa Cirebon dikuasai Keresidenan Belanda, daerah Baduran berubah menjadi ‘Bedulan’ sesuai lidah orang belanda.

sumber : Rohman Imam Praditha