Jaga Pelita Bantu Pasutri Lansia yang Dinding Rumahnya Ambruk

oleh

KUNINGAN, (SGOnline).-

Sebagai wujud rasa kepedulian terhadap sesama, Jaringan Gerakan Perempuan Lintas Agama (Jaga Pelita) Kuningan, berbagi kasih dengan menyalurkan bantuan sembako ke warga Cipari, Kecamatan Cigugur, Minggu (7/6/2020).

Bantuan tersebut diberikan kepada pasangan suami istri (pasutri), Barkasih (60 tahun) dan Kasban (60 tahun), warga yang tertimpa musibah, yaitu dinding rumahnya ambruk pada, Jumat (29/5/2020) lalu.

Salah seorang pengurus Jaga Pelita, Sri Rejeki, mengungkapkan, bantuan yang diberikan merupakan donasi dari pengurus Jaga Pelita dan donatur, yang ingin berbagi dengan sesama. “Sesuai motto kami, yaitu menjadi sahabat bagi kemanusiaan. Maka dari itu, kami secara spontanitas tergerak untuk meringankan beban saudara kami,” terang Sri.

Ia berharap, bantuan yang disalurkan ini bisa membantu memenuhi kebutuhan pokok dalam beberapa hari ke depan. Adapun sembako yang diberikan, berupa minyak 2 liter, gula 2 kg, mi instan 10 bungkus, telor 2 kg, kopi 4 renteng, kecap besar 1 buah, teh tubruk 2 pak, minuman suplemen 2 pak dan sarden 2 kaleng. “Kalau ditotal tidak banyak, sekitar Rp 230 ribu. Sedikitnya bisa meringankan beban Ibu Barkasih,” paparnya.

Dinding ambruk

Sebelumnya sempat diberitakan, dinding bagian depan dan samping rumah pasutri, Barkasih dan Kasban, warga Lingkungan Sukasari RT 01 RW 01 Desa Cipari, Kecamatan Cigugur, Kuningan ini ambruk, akibat termakan usia.

Barkasih pun terpaksa harus berutang ke pemilik toko material, agar bisa membangun tembok rumahnya, meski ia mengaku bingung harus membayarnya dengan apa. “Daripada ngagemblong kieu, jadi abdi nambut heula ti toko material kanggo bata na, da semenna mah tos dipasihan 10 sak ti Gereja Kristen Pasundan. (Daripada terbuka seperti ini, saya pinjam dulu bata merahnya dari toko material, nanti jika ada uang baru diganti, sedangkan semennya dibantu Gereja Kristen Pasundan sebanyak 10 sak,” ungkap Barkasih.

Barkasih sehari-hari mencari nafkah hanya sebagai buruh tani dan serabutan. Ia tak berdaya dengan bencana non alam yang terjadi Sabtu (30/5/2020) itu. Anak-anaknya yang berkeluarga pun kondisi ekonominya tidak jauh beda dengan Barkasih. (Salawati/SGO)