Jembatan Gantung Winduhaji Sedot Animo Warga Kuningan

oleh -518 views


KUNINGAN, (SGOnline).-

Jembatan gantung yang berlokasi di Kelurahan Winduhaji, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, kini mampu menjadi daya tarik masyarakat. Tidak sedikit warga yang sengaja datang ke tempat itu hanya untuk sekadar berswafoto.

Jembatan gantung penghubung Kelurahan Winduhaji dengan Blok Wangun, Kelurahan Citangtu, tersebut kini menjadi incaran warga untuk melepas penat. Bukan hanya jembatannya saja yang unik, tetapi hamparan pemandangan alam yang terbentang luas dianggap mampu memanjakan mata.

Salah satu pengunjung, Wati (25 tahun), mengaku sengaja datang ke jembatan gantung ini karena sedang viral. “Kami pengen aja datang ke sini. Soalnya di sosial media viral, jadi bikin penasaran. Makanya kami datang langsung pengen tahu kondisi sebenarnya,” ungkap Wati saat ditemui di lokasi, Minggu (14/6/2020).

Jembatan gantung sepanjang kurang lebih 120 meter dengan ketinggian 80 meter itu, kini menjadi idola baru warga Kuningan. Hanya saja, kebanyakan warga terpantau tidak mengindahkan protokoler covid-19. Usai pelonggaran penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Kabupaten Kuningan, sontak membuat warga merasa bebas keluar rumah.

Banyaknya pengunjung yang datang mendapat perhatian dari petugas kepolisian Kuningan kota. “Saat patroli di masa PSBB, petugas kami langsung ke jembatan gantung dan terlihat warga banyak di tengah jembatan tanpa memikirkan keselamatan,” kata Kapolsek Kuningan, Kompol Agus Suroso.

Atur waktu kunjungan

READ  Anggota Koramil 1513/Garawangi Gelar Gakplin di Depan Terminal Kertawangunan

Tak menunggu lama, petugas langsung mengurai konsentrasi massa di jembatan tersebut. “Dari situ kami mengatur pengunjung untuk saling bergantian dalam pengambilan foto,” kata Agus.

Pasalnya, lanjut dia, kondisi jembatan belum lama selesai dibangun dan kini bisa digunakan warga sebagai akses jalan. Pemerintah daerah sendiri belum meresmikan jembatan gantung ini dan untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, petugas mengatur waktu dan jumlah pengunjung.

“Setiap rombongan maksimal 15 orang dan waktunya 5 menit agar semua pengunjung kebagian. Petugas juga memasang portal dari bambu di kedua ujung jembatan. Kami senantiasa mengingatkan pengunjung untuk menaati protokol kesehatan,” ungkapnya. (Ruddy/SGO)