Jeniper Bantu APD untuk Relawan di Pos Cek Sampora

oleh -48 views

KUNINGAN, (SGOnline).-

Tim relawan di Pos Cek Kesehatan Patung Ikan di Desa Sampora, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan, mendapatkan sumbangan alat pelindung diri (APD) dari Jeniper Peduli. Pemberian bantuan tahap awal ini diterima Koordinator Relawan, Maman Mazique, Kamis (9/4/2020).

Bantuan berupa jas hujan, kacamata, masker dan sarung tangan diberikan setelah melihat kondisi para relawan saat bertugas di garis depan. “Saya prihatin melihat relawan yang tidak kenal lelah selama 24 jam memeriksa para pendatang,” kata Deffan Dede Purnama, pemilik perusahaan Jeniper.

Ia mengatakan, APD untuk petugas garis depan sangat penting, posisinya sama dengan dokter dan paramedis. Jika paramedis mendapatkan APD dari pemerintah, maka warga Kuningan berkesempatan membantu para relawan maupun paramedis di pos perbatasan. “Saat ini sangat sulit mendapatkan APD, kalaupun ada harganya lumayan mahal. Jadi kami berikan secara bertahap, kalau nanti sudah lengkap diberikan lagi,” jelasnya.

Lebih semangat

Koordinator Relawan Pecinta Alam Kuningan, Maman Mazique, mengatakan, jika banyak orang peduli membantu para relawan dan petugas yang ada di Pos Sampora, maka mereka akan lebih bersemangat. “Saya berterima kasih kepada mereka yang peduli. APD sangat diperlukan, karena risiko tertular terhadap relawan sangat tinggi dan ini sangat bermamfaat,” ungkapnya.

Sebelum memberikan bantuan, Deffan sudah 4 kali datang di Pos Cek Kesehatan Sampora. Ia melihat relawan memakai jas hujan kantong keresek yang sudah sobek dan mendengar langsung keluhan mereka. Kondisi ini membuatnya prihatin dan dia mencari APD di beberapa tempat sampai akhirnya mendapatkannya. “Walaupun baru sedikit, semoga bermamfaat,” katanya.

Dirinya berharap, warga Kuningan bisa membantu para relawan, TNI, polisi, petugas medis dan BPBD yang bertugas di enam pintu masuk Kabupaten Kuningan. Selain itu, masyarakat juga diminta lebih disiplin dalam social distancing dan tetap memakai masker.

Liburkan karyawan

Jeniper selama ini menjadi salah satu pusat oleh oleh khas Kuningan, seperti tape ketan. Namun sejak mewabahnya virus corona, sudah 20 hari tidak ada penjualan, sehingga terpaksa meliburkan 15 karyawannya hingga kondisi normal.

Deffan memaklumi jika omsetnya saat ini terjun bebas, apalagi perantau sudah pulang sebelum Lebaran dan belum tentu kembali ke perantauan membeli oleh-oleh. Ia menilai, selain Jeniper, semua pengusaha oleh-oleh khas Kuningan akan mengalami penurunan penjualan hingga 90 persen.

“Kita berdoa saja semoga pandemik covid-19 segera berlalu seperti dari yang menghilang di langit biru. Jika kembali normal, maka mobilitas masyarakat akan kembali seperti sedia kala,” ucapnya. (Andin/SGO)