Kadus Dianggap Berpihak, Timses Datangi DPMD

oleh -79 views

KUNINGAN, (SGOnline).-

Tim sukses calon Kepala Desa Pakembangan, Kecamatan Mandirancan, Kabupaten Kuningan, kadus dan perangkat desa, Dede Supriatna melaporkan oknum panitia pemilihan kepala desa (panitia lima belas) ke Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), atas keberpihakan terhadap pasangan calon petahana.

Oknum tersebut merupakan kadus berinisial AR, yang diduga melanggar pasal 494 juncto 280 ayat 3 UU 7 tahun 2017, yang menegaskan kadus dan perangkat desa tidak boleh terlibat kampanye.

Hal itulah yang menjadi dasar Didi Subandi, Ketua Tim Sukses Calon Kuwu 02, untuk mengadukan hal tersebut ke DPMD Kuningan agar oknum bersangkutan dikenakan sanksi dan didenda atas perbuatannya sesuai undang undang yang berlaku.

“Saya ke sini bersama dua orang saksi melaporkan perbuatan oknum kadus bersama bukti surat pengakuannya dan saksi yang menyaksikan langsung AR, mengancam warga bila tidak memilih calon kuwu no 1 dan melakukan politik uang. Kami minta agar oknum tersebut didenda atau jabatannya dicopot sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” tandasnya.

AR juga mengancam Samsuri (48 tahun) warga RT 06 RW 02 dengan akan menghentikan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH), apabila tidak memilih kuwu yang dijagokan oknum tersebut.

Oknum kadus tersebut tertangkap tangan saat hendak memberikan satu sak semen kepada Maya warga RT 06 RW 02 untuk menyemen halaman, dengan harapan memilih paslon 01, namun Maya menolak pemberian tersebut, dan semen itu dijadikan barang bukti. Seperti diungkapkan saksi Eri warga RT 06 RW 02 Blok Kliwon yang menyaksikan langsung tindakan kurang terpuji yang dilakukan oknum kadus.

“Saya menyaksikan sendiri saat AR memberikan semen satu sak yang diambil dari desa, bukan dari uang calon kuwu ya. Saya harap tindakan oknum tersebut ditindaklanjuti dengan menghentikannya sebagai kadus, ataupun BPD karena ini mengkhawatirkan,” ujar Eri.

Sementara itu calon kuwu 02, Dede Supriatna, mengaku sudah berlapang dada dengan hasil dari Pilkades dengan selisih suara 20 dari pemenang. Namun ia berharap dengan dilaporkannya oknum tersebut ke DPMD Kuningan, bisa mendapatkan jalan keluar agar oknum tersebut ditindak sebagaimana hukum yang berlaku.

Kedatangan warga dan tim sukses Dede Supriatna disambut Kabid Pemerintahan Desa DPMD, Akhmad Faruk. Ia mengatakan untuk hasil pemilihan kepala desa tidak ada kendala, namun mengenai oknum kadus tersebut harus segera ditindaklanjuti.

“Untuk hasil suara pilkades menurut pelapor aman, namun oknum kadus tersebut harus segera ditindaklanjuti, tidak boleh menunggu sampai pilkades selesai,” ujarnya.

Faruk menambahkan, pihaknya akan melakukan mediasi antara kecamatan, kepala desa dan pelapor agar oknum tersebut dapat dikenakan sanksi yaitu denda sebesar Rp 20 juta dan dilepaskan dari jabatan kepala dusun. (Andin/SGO)