Kasus Positif Covid-19 di Kota Cirebon Berasal dari Luar

oleh
Ketua Pansus Covid-19 DPRD Kota Cirebon, Tresnawaty

CIREBON, (SGOnline).–

Jumlah kasus positif baru covid-19 semakin bertambah. Menyikapi hal itu, Pansus Covid-19 DPRD Kota Cirebon menggelar rapat kerja dengan Dinas Kesehatan di ruang rapat serbaguna DPRD setempat, Senin(6/7/2020).

Rapat membahas berbagai indikator penyebab kasus positif corona terus meningkat secara signifikan. Selama sepekan terakhir, tercatat 11 orang. Padahal, Kota Cirebon dinyatakan daerah zona hijau atau layak memasuki masa adaptasi kebiasaan baru (AKB).

Hasil rapat menghasilkan beberapa poin penting, antara lain melakukan pelacakan riwayat kontak masif. Jika ditemukan pasien positif, langsung dilarikan ke rumah sakit untuk diisolasi.

Kemudian, petugas Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 akan turun ke tempat-tempat umum guna mendisiplinkan masyarakat wajib memakai masker.

“Bersama pansus kami, juga dibahas persiapan peningkatan kapasitas laboratorium, kapasitas rumah sakit, testing, isolating, tracing, hingga kemampuan kami perang sampai Desember 2020,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Cirebon, H Edy Sugiarto usai rapat.

Berasal dari luar

Menanggapi jumlah pasien positif yang meningkat, Ketua Pansus Covid-19 DPRD, Tresnawaty, mengatakan, kasus positif baru di Kota Cirebon berasal dari luar daerah. Diakuinya, di masa adaptasi kebiasaan baru banyak orang yang menyangka persebaran virus corona sudah selesai.

Bahkan, aktivitas masyarakat banyak yang mengabaikan protokol kesehatan. Terutama mereka yang berpergian ke luar kota, berpotensi membawa virus atau sebagai orang tanpa gejala.

“Ternyata awal kasus baru yang ada di Kota Cirebon, semuanya dari imported case. Mereka berasal dari Madura dan Jakarta. Mereka datang ke sini dan menyebarkan. Jangan lengah. Kita belum benar-benar new zero case,” terang Tresna. (Rilis/Erwin/SGO)