Kawasan Kumuh Pesisir Pantai Kota Cirebon Bakal Disulap

oleh

CIREBON, (SGOnline).-

Penataan kawasan kumuh di lingkungan pesisir pantai Kota Cirebon segera dilakukan. Untuk itu, semua pihak diminta ikut mendukung program ini, agar berjalan lancar dan sukses.

Hal tersebut diungkapkan Wakil Walikota Cirebon, Hj. Eti Herawati usai sosialisasi kepada warga terdampak proyek skala kawasan Panjunan Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) di salah satu hotel di Kota Cirebon, Kamis, (2/7/2020).

“Alhamdulillah satu tahapan sudah selesai. Tinggal tahapan lainnya, yaitu tim appresial mendatangi dan menilai rumah warga terdampak penataan kawasan lingkungan ini,” ujarnya.

Menurut dia, ada 2 RW di Kelurahan Panjunan yang terkena dampak program Kotaku, yaitu RW 01 dan RW 10. Adapun rumah terdampak tercatat 105 unit dengan 85 kepala keluarga (KK). Pemkot Cirebon menyiapkan uang kerohiman bagi mereka dari dana APBD kota.

Sedangkan dana penataan kawasan Rp 12 miliar berasal dari pemerintah pusat dan pemkot hanya penerima manfaat saja. Program Kotaku segera direalisasikan mulai Agustus tahun ini dan tahun 2021 harus sudah selesai.

Kolaborasi

Sementara itu, Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Jabar, Feriqo Asya Yogananta, menjelaskan, program Kotaku merupakan kolaborasi dan sinergitas antar pemerintah pusat dan daerah. Tujuannya, untuk percepatan penuntasan kawasan kumuh.

Di Jawa Barat, lanjut Feriqo, cukup banyak kawasan kumuh yang ditangani bersama atas inisiatif pemerintah kabupaten dan kota serta pemerintah Provinsi Jawa barat. Kawasan kumuh yang tersisa di Jabar tinggal 649,8 hektar lagi. Sedangkan di Panjunan luasnya mencapai 17,73 hektare.

Setelah sosialisasi, antara warga dan Pemerintah Kota Cirebon dilakukan penandatanganan berita kesepakatan. MoU kemudian dilanjutkan dengan turunnya tim appresial guna menilai bangunan milik warga. Warga terdampak selanjutnya akan mendapatkan uang kerahiman dari Pemkot Cirebon. (Rilis/Erwin/SGO)